Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:06 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah mulai mengandalkan strategi baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga
Tak lagi semata bertumpu pada belanja negara melalui APBN, pemerintah kini mengoptimalkan pengelolaan kas negara sebagai instrumen untuk memperkuat likuiditas perbankan dan menggerakkan sektor swasta yang menjadi motor utama perekonomian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Purbaya, kontribusi belanja pemerintah terhadap aktivitas ekonomi nasional hanya berkisar 7–10 persen. Karena itu, pengelolaan kas negara dinilai mampu menjadi pengungkit bagi sekitar 90 persen aktivitas ekonomi yang berasal dari sektor swasta.
Baca Juga
“Saya perhatikan bahwa manajemen cash, manajemen uang pemerintah bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia secara signifikan. Itu bisa menghidupkan yang 90 persen ekonomi selain belanja langsung yang 7-10 persen,” ungkap Purbaya, dalam keterangannya, Sabtu 11 Juli 2026
Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah menempatkan dana negara yang sebelumnya tersimpan di Bank Indonesia ke sistem perbankan nasional.
Baca Juga
Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga ruang penyaluran kredit menjadi lebih besar, sekaligus meningkatkan jumlah uang primer (base money atau M0) tanpa mengganggu independensi Bank Indonesia dalam menjalankan kebijakan moneternya.
Langkah itu juga ditempuh saat aktivitas ekonomi mengalami perlambatan pada Mei dan Juni tahun ini. Dengan likuiditas yang lebih kuat, pemerintah berharap perbankan mampu meningkatkan penyaluran kredit kepada dunia usaha sehingga aktivitas ekonomi kembali bergerak dan pertumbuhan dapat dipercepat.
“Jadi saya taruh di perbankan Rp400 triliun, itu akan memperkuat kondisi likuiditas perbankan sehingga mereka bisa memberikan kredit dan ekonominya bisa tumbuh lagi,” jelas dia.
Purbaya menegaskan, ke depan kebijakan fiskal tidak lagi hanya diukur dari besarnya belanja negara. Pemerintah akan memanfaatkan pengelolaan kas secara lebih aktif agar dana negara dapat menjadi instrumen yang langsung menggerakkan sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Jadi fiskal kedepan bukan hanya belanja pemerintah aja. Anda nanti bisa memengaruhi ekonomi secara langsung dengan cash management yang lebih baik,” pungkas Menkeu.
tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Pesan ke Mahasiswa STAN, Purbaya: Teknologi Bisa Dibeli, Tapi Integritas Harus Dijaga Sejak Awal
Purbaya menegaskan bahwa integritas para aparatur sipil negara (ASN) merupakan salah satu faktor penentu daya saing Indonesia, di tengah perubahan lanskap ekonomi global.
VIVA.co.id
10 Juli 2026