Rabu, 23 September 2026 - 23:18 WIB

VIVA – Manchester United masih belum lepas dari masalah. Di tengah upaya membangun kembali kekuatan tim, Setan Merah justru mencatat kerugian tahunan untuk ketujuh kalinya secara beruntun.

Baca Juga

Dikutip Reuters, Manchester United membukukan kerugian bersih 43 juta poundsterling atau sekitar Rp1,03 triliun untuk tahun finansial yang berakhir 30 Juni 2026. Angka tersebut meningkat dari kerugian 33 juta poundsterling atau sekitar Rp788 miliar pada periode sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beban klub turut bertambah akibat biaya luar biasa sebesar 8,2 juta poundsterling atau sekitar Rp196 miliar yang berkaitan dengan kepergian mantan pelatih Ruben Amorim dan proses restrukturisasi.

Baca Juga

Kondisi tersebut terjadi ketika Manchester United tengah menjalankan sejumlah langkah penghematan di bawah kendali miliarder Inggris Jim Ratcliffe. Pemegang saham minoritas sekaligus figur penting dalam operasional sepak bola klub itu mendorong berbagai kebijakan efisiensi, termasuk pemangkasan pekerjaan dan kenaikan harga tiket.

Kerugian pada 2026 menjadi catatan ketujuh secara beruntun. United sebelumnya sempat membukukan keuntungan pada 2017 dan 2018, tetapi setelah itu laporan keuangan klub kembali didominasi angka merah.

Baca Juga

Pada 2024, kerugian bersih Manchester United mencapai 113,2 juta poundsterling atau sekitar Rp2,70 triliun. Setahun sebelumnya, klub merugi 28,7 juta poundsterling atau sekitar Rp685 miliar, sedangkan kerugian pada 2022 mencapai 115,5 juta poundsterling atau sekitar Rp2,76 triliun.

Di tengah tekanan tersebut, CEO Manchester United Omar Berrada memastikan klub tetap berupaya menjaga kondisi keuangan agar tetap berkelanjutan.

"Kami akan terus mengambil pendekatan disiplin untuk memastikan keuangan kami tetap berkelanjutan," kata Berrada dikutip dari Reuters.

Manchester United masih berada dalam batas aturan Profitability and Sustainability Regulations (PSR) Premier League. Regulasi tersebut membatasi kerugian klub hingga 105 juta poundsterling atau sekitar Rp2,51 triliun dalam periode tiga tahun, dengan sejumlah pengecualian untuk investasi infrastruktur, akademi, sepak bola wanita, dan kegiatan amal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proyeksi Pendapatan Rekor

Di tengah catatan kerugian tersebut, Manchester United punya proyeksi positif untuk tahun finansial berikutnya. Klub memperkirakan pendapatan pada tahun finansial 2027 mencapai rekor baru di kisaran 740 juta hingga 760 juta poundsterling atau sekitar Rp17,67 triliun hingga Rp18,15 triliun. Proyeksi itu meningkat dari pendapatan 677,6 juta poundsterling atau sekitar Rp16,18 triliun pada tahun finansial 2026.

Halaman Selanjutnya

Kenaikan proyeksi tersebut tidak terlepas dari pencapaian United pada akhir musim lalu. Mereka finis di posisi ketiga Premier League dan mengamankan tiket Liga Champions setelah performa membaik di bawah Michael Carrick.