Banjarbaru Kalsel (ANTARA) - Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Supian HK berpendapat, komunikasi dan koordinasi yang erat antara pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas.
"Stabilitas tersebut, baik bidang politik dan keamanan maupun percepatan pembangunan seperti halnya di Kalsel," tegasnya di sela-sela menghadiri silaturahmi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam RI) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago di Banjarbaru, Sabtu.
Oleh karenanya, politikus senior itu, menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan silaturahmi Menko Polkam bersama Wakil Gubernur Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman, Forkopimda, Bupati/Wali Kota se-Kalsel, serta tokoh masyarakat yang berlangsung di Gedung DR. KH. Idham Chalid, Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat.
Menurut politikus senior Banua itu, silaturahmi tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemprov, Kabupaten/Kota, serta seluruh unsur Forkopimda di Kalsel.
“Kami di DPRD Kalsel memandang kegiatan ini sangat strategis. Di tengah dinamika nasional, komunikasi dan koordinasi yang erat antara pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas politik, keamanan, dan percepatan pembangunan,” tegasnya.
Oleh karenanya, Ketua DPRD Kalsel dua periode itu, menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan silaturahmi Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago tersebut.
“Kami berharap melalui silaturahmi tersebut, aspirasi dan persoalan di daerah dapat tersampaikan, dan bersama-sama kita cari solusi terbaik untuk Kalsel yang lebih maju dan kondusif,” pungkas Supian HK.
Acara tersebut berlanjut, rombongan Menko Polkam bersama Forkopimda Kalsel meninjau titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah Liang Anggang (sekitar 21 km dari Banjarmasin) Banjarbaru sekaligus melakukan serangkaian strategi penanggulangan karhutla di Kalsel.
Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.