Dalam pemaparannya, TB Elvan menjelaskan bahwa perkembangan konsumsi konten melalui smartphone telah mengubah cara masyarakat menikmati karya audiovisual. Menurutnya, film vertikal bukan sekadar film horizontal yang diubah orientasinya, melainkan format yang memang dirancang khusus untuk pengalaman menonton melalui perangkat seluler.

"Format vertikal merupakan medium yang dirancang khusus untuk pengalaman menonton melalui smartphone. Layar ponsel telah menjadi ruang yang paling personal bagi masyarakat modern sehingga pendekatan visual dalam produksi film harus menyesuaikan karakter perangkat tersebut," ujarnya.

TB Elvan menegaskan bahwa proses produksi film vertikal harus dirancang sejak tahap praproduksi. Penyusunan skenario, blocking pemain, komposisi gambar, hingga pergerakan kamera perlu disesuaikan dengan orientasi vertikal sehingga tidak dapat dilakukan hanya dengan memangkas gambar dari format horizontal.

Ia juga menekankan pentingnya visual storytelling dalam membangun pengalaman menonton. Menurutnya, sebuah adegan mampu menyampaikan emosi dan makna meskipun minim dialog apabila didukung oleh pemilihan ukuran shot, komposisi, dan gerakan kamera yang tepat. Karena itu, setiap keputusan sinematografi harus selalu didasarkan pada rasa dan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.

Selain itu, peserta juga dibekali teknik menyusun blocking, komposisi gambar, pergerakan kamera, pentingnya workshop sebelum produksi, hingga evaluasi setiap pengambilan gambar melalui playback. Menurut TB Elvan, aspek visual yang baik harus selalu didukung kualitas audio yang optimal agar film mampu memberikan pengalaman menonton yang utuh.

Selain diikuti oleh lima tim finalis, sesi Mentoring Session-Masterclass Vertical Short Film juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube IMDE. Melalui siaran tersebut, masyarakat umum, khususnya pelajar, mahasiswa, dan pegiat industri kreatif, turut memperoleh wawasan mengenai proses kreatif dan teknis produksi film vertikal langsung dari para praktisi industri.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen IMDE dalam memperluas akses pembelajaran sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta kreatif yang siap berkontribusi di industri media digital.

Melalui rangkaian mentoring ini, IMDE berharap kelima finalis mampu menghasilkan film vertikal yang tidak hanya mengikuti tren platform digital, tetapi juga memiliki kualitas sinematik, storytelling yang kuat, serta menyampaikan pesan persatuan dan keberagaman. Karya-karya tersebut selanjutnya akan memasuki tahap produksi sebelum dipresentasikan pada penjurian akhir kompetisi.