Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:58 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah memperkuat pemberdayaan generasi muda melalui pengembangan organisasi kepemudaan, peningkatan kapasitas, dan perluasan ruang partisipasi dalam pembangunan. Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan sekaligus menjawab tantangan pembangunan nasional.
Baca Juga
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan Karang Taruna sebagai mitra pemerintah di tingkat desa dan kelurahan. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa organisasi kepemudaan berpotensi menggerakkan partisipasi masyarakat dan membantu menyelesaikan persoalan sosial.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kemendagri berkomitmen untuk mendukung penguatan Karang Taruna sebagai wadah pemberdayaan generasi muda dan kekuatan penggerak pembangunan, khususnya di tingkat desa dan kelurahan,” ujar Akhmad Wiyagus dikutip Selasa (27/10/2026).
Baca Juga
Penguatan tersebut juga diarahkan melalui kebijakan pembangunan daerah. Wiyagus menekankan pentingnya memasukkan program kepemudaan dalam perencanaan dan penganggaran agar pemberdayaan generasi muda berjalan berkelanjutan.
“Artinya, masing-masing pemerintah daerah, mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota, wajib hukumnya untuk memasukkan program kepemudaan ini dalam rencana penyusunan RKPD, kemudian juga Renstra OPD, RPJMD, dan APBD,” tegas Akhmad Wiyagus.
Baca Juga
Selain penguatan kelembagaan, pemuda didorong terlibat dalam program hilirisasi dan pembangunan berbasis desa. Partisipasi tersebut diharapkan membuka peluang ekonomi, meningkatkan nilai tambah potensi lokal, dan membantu mengurangi kemiskinan.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir turut mendorong generasi muda memanfaatkan program pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan zaman. Isu kesehatan mental, ekonomi hijau, dan ekonomi digital menjadi bidang yang perlu mendapat perhatian.
“Kalian (pemuda) yang mengisi program itu. Kami siapkan lomba debat tapi coba debat mengenai mental health, green economy, digital economy. Supaya tidak tertinggal,” kata Erick Thohir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Peningkatan karakter dan wawasan kebangsaan juga dilakukan melalui Wirasena Youth Camp 2026, kolaborasi Kemenpora dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan pada 21–31 Oktober 2026 ini melibatkan sekitar 168 peserta terpilih dari 38 provinsi untuk memperkuat persatuan melalui pertukaran budaya.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad mengajak pemuda memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, terutama untuk menangkal informasi palsu.
Halaman Selanjutnya
“Sekarang pakai jari jemari melawan hoaks. Itu juga adalah untuk perjuangan,” kata Raffi Ahmad.