Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono bakal memastikan seluruh agenda pemerintah, utamanya membangun sumber daya manusia yang unggul, berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
“Bapak Presiden tengah melakukan sebuah transformasi besar bagi bangsa Indonesia, yang salah satunya adalah membangun manusia Indonesia unggul. Dan inilah yang menjadi tugas kita ke depan, memastikan agenda-agenda tersebut dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran,” kata Sugiono saat serah terima jabatan di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin.
Sugiono mengatakan berbagai program yang telah berjalan perlu terus diperbaiki dan disempurnakan, sementara program yang membutuhkan percepatan harus segera dipercepat pelaksanaannya.
Ia membagi agenda tersebut ke dalam sejumlah klaster, yakni pendidikan, kesehatan, ketahanan bencana, hingga penurunan kemiskinan.
Di bidang pendidikan, Sugiono menyebut pemerintah telah mencanangkan sejumlah program prioritas, antara lain renovasi 300 ribu sekolah dan madrasah hingga 2029, pembangunan 500 sekolah rakyat, pembangunan 500 sekolah nasional terintegrasi, serta pembangunan dan transformasi 100 Sekolah Garuda.
Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan kesejahteraan guru, digitalisasi pendidikan melalui penyediaan satu juta interactive flat panel, pembangunan universitas berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), pembangunan Akademi Olahraga Nasional, serta penghimpunan talenta diaspora Indonesia untuk kembali berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Sugiono juga menyampaikan bahwa rencana pendidikan gratis mulai dari prasekolah hingga perguruan tinggi negeri masih dalam pembahasan di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
“Yang intinya dari semua program tersebut adalah bagaimana memberikan akses yang terbaik terhadap pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam rangka mencetak manusia yang unggul,” kata dia.
Pada sektor kesehatan, pemerintah juga tengah melakukan transformasi melalui sejumlah program, di antaranya renovasi 10 ribu puskesmas, pembangunan dan revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah di seluruh Indonesia, serta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis.
Pemerintah juga mencanangkan penuntasan tuberkulosis dan peningkatan ketersediaan tenaga kesehatan, termasuk memperbanyak dokter spesialis dan dokter gigi yang dibutuhkan masyarakat.
Klaster berikutnya adalah ketahanan bencana. Sugiono mengatakan posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik membuat bangsa Indonesia harus memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
“Di mana prioritas besar diberikan pada membangun kesiapsiagaan bangsa untuk melaksanakan early warning system bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi masyarakat di sekitar daerah bencana,” kata dia.
Selain itu, pemerintah terus memperkuat kapasitas penanganan bencana serta mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sejumlah daerah lainnya.
Sementara itu, dalam upaya menurunkan kemiskinan, Sugiono mengatakan pemerintah akan memutus rantai kemiskinan melalui berbagai program dan memastikan intervensi diberikan kepada kelompok rentan yang membutuhkan bantuan.
Baca juga: Menko PMK perkuat orkestrasi pendidikan hingga ketahanan bencana
Baca juga: Sugiono akan berkoordinasi dengan Pratikno soal PR Kemenko PMK
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.