Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam sesi jumpa pers setelah acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, menegaskan dirinya dan keluarganya tidak ada yang punya dapur makan bergizi gratis (MBG).
Sudaryono menyatakan fakta tersebut untuk menegaskan tidak ada konflik kepentingan dirinya dan keluarganya dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis. Pasalnya, Sudaryono berikrar untuk tidak menoleransi sama sekali segala praktik korupsi, hengki pengki, dan copet-copetan di lingkungan BGN dan terkait dengan pelaksanaan MBG.
"Gak ada, gak ada, gak ada, dan saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur (MBG, red.), tidak ada keluarga saya yang punya dapur, dan punya SPPG," kata Sudaryono menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers setelah acara pelantikan Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Rabu.
Dalam kesempatan itu, Sudaryono menjelaskan MBG merupakan program prioritas dengan anggaran yang besar dan cakupannya nasional. Alhasil, pelaksanaannya harus dijalankan dengan transparan serta akuntabel, dan setiap kebijakannya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Oleh karena itu, dalam wawancara terbuka di hadapan jurnalis dan disiarkan secara langsung oleh sejumlah televisi nasional, Sudaryono secara terbuka juga meminta masyarakat langsung melapor ke aparat berwajib manakala mereka menemukan ada yang mencatut namanya untuk meminta imbalan atau menawarkan jasa-jasa tertentu terkait MBG.
Sudaryono kemudian juga meminta maaf secara terbuka kepada anggota keluarganya, sahabat, dan orang-orang terdekatnya, dirinya tidak akan "memberi atensi khusus" jika mereka ingin berbicara seputar pekerjaan, yang artinya terkait dengan BGN dan MBG.
"Saya ingin penyelesaian masalah, saya ingin penyelesaian persoalan, follow-up dan lain-lain dilaksanakan sesuai mekanisme, sistem," kata Sudaryono.
"Segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang teras, dan transparan, dan dilihat orang," ujar dia.
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.