Senin, 17 Agustus 2026 - 19:00 WIB
VIVA – Pengamat sepak bola Hadi Gunawan atau Bung Ahay membandingkan kinerja Shin Tae-yong (STY) dan John Herdman dalam menangani Timnas Indonesia, terutama pada ajang Piala AFF.
Baca Juga
Menurutnya, STY memiliki tugas lebih berat karena membangun skuad dari pemain muda, sedangkan Herdman datang ketika materi pemain Indonesia sudah jauh lebih matang dan diperkuat banyak pemain diaspora.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perbandingan tersebut disampaikan Bung Ahay ketika membahas kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Ia menilai hasil yang diraih Shin Tae-yong pada periode awal menangani Timnas Indonesia lebih baik dibandingkan Herdman.
Baca Juga
Aksi Eliano Reijnders di laga Timnas Indonesia vs Vietnam
Photo :
- VDN/Julio Tri Saputra
Bung Ahay mengatakan Shin Tae-yong memulai pekerjaannya setelah Timnas Indonesia mengalami kegagalan pada periode sebelumnya. Pelatih asal Korea Selatan itu kemudian membangun skuad dengan memasukkan sejumlah pemain muda yang dipersiapkan untuk menjadi bagian dari tim senior.
Baca Juga
Beberapa nama yang disebut Bung Ahay di antaranya Rizky Ridho, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri dan Pratama Arhan. Mereka kemudian dikombinasikan dengan sejumlah pemain senior.
"STY dibangun tim itu dari nol. Setelah kegagalan kita di periode sebelumnya di bawah Simon McMenemy, di bawah Bima Sakti, ah itu memang benar-benar gagal," kata Bung Ahay di YouTube Bangku Cadangan Podcast, dikutip Senin 17 Agustus 2026.
Menurutnya, salah satu kelebihan Shin Tae-yong adalah pemahamannya terhadap karakter sepak bola Asia dan Asia Tenggara. Pengalaman Shin bersinggungan dengan tim-tim dari kawasan tersebut dinilai membuatnya memiliki pengetahuan mengenai kondisi sepak bola Indonesia.
Bung Ahay juga menyoroti persoalan yang sebelumnya menjadi pekerjaan rumah Timnas Indonesia, mulai dari teknik dasar, pemahaman permainan, nutrisi hingga kedisiplinan pemain. Selain itu, kondisi fisik juga menjadi perhatian karena pemain Indonesia dinilai belum mampu mempertahankan intensitas permainan sepanjang pertandingan.
"Yang paling penting adalah, pemain kita hanya mampu bermain 60 menit. Sisanya zonk," ujar Bung Ahay.
Rizky Ridho saat Indonesia U-23 vs Uzbekistan U-23
Photo :
- PSSI
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Persoalan tersebut, kata dia, kemudian mulai dibenahi Shin Tae-yong. Sehingga perubahan fisik pemain menjadi salah satu hasil yang terlihat selama periode kepelatihan STY.
"Nah itu diperbaiki sama Shin Tae-yong untuk membangun Timnas Indonesia dari nol," katanya.
Halaman Selanjutnya
Proses tersebut kemudian menghasilkan capaian Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 yang digelar pada 2021. Dengan materi yang masih dalam proses pembangunan dan kombinasi pemain muda serta senior, Indonesia berhasil mencapai final dan menjadi runner-up, setelah kalah agregat 2-6 dari Thailand di babak final.