CNN Indonesia

Minggu, 02 Agu 2026 15:00 WIB

Retired couple walking around the town with a map. Smiling mature man and woman roaming around the city.
Ilustrasi. Manusia ternyata bisa hidup sampai hampir dua abad. (Istockphoto/jacoblund)

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Manusia selama ini diyakini memiliki harapan hidup yang terbatas. Bahkan dalam banyak literatur kuno, usia 70 tahun kerap disebut sebagai patokan umur manusia.

Di era media sosial, berbagai metode anti-penuaan atau biohacking ramai diklaim mampu memperpanjang usia hingga jauh melampaui rata-rata. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa umur manusia memang bisa lebih panjang, tetapi tetap memiliki batas biologis yang sulit ditembus.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal NPJ Aging memperkirakan manusia berpotensi hidup hingga usia 146-194 tahun apabila sebagian besar proses penuaan berhasil dikendalikan. Meski demikian, ada satu mekanisme alami tubuh yang dinilai tetap menjadi penghalang utama, yakni mutasi somatik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penuaan masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam dunia sains. Meski semua orang mengalami proses ini, para ilmuwan hingga kini masih terus berupaya memahami penyebab utamanya.

Sebuah studi di jurnal Cell pada 2023 mengidentifikasi 12 ciri utama penuaan biologis. Di antaranya peningkatan mutasi genetik saat sel membelah, gangguan produksi dan pemeliharaan protein, hingga penurunan fungsi mitokondria sebagai penghasil energi sel.

Beberapa tanda penuaan sebenarnya berpotensi diperlambat. Misalnya, pemendekan telomer, yaitu bagian pelindung di ujung kromosom yang berfungsi menjaga stabilitas DNA.

Sejumlah penelitian menunjukkan proses ini dapat diperlambat melalui berbagai intervensi. Namun hingga kini, belum ada terapi yang benar-benar terbukti mampu menghentikan penuaan secara menyeluruh.

Pilihan Redaksi

  • Genap 101 Tahun, Ini Rahasia Mahathir Mohamad Tetap Sehat
  • Mayoritas Warga Jepang Tak Ingin Hidup Sampai 100 Tahun, Ini Alasannya
  • Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet

Mutasi somatik jadi penghambat utama

Dalam penelitian terbaru, ilmuwan menyoroti peran mutasi somatik sebagai faktor yang membatasi umur manusia. Mutasi somatik adalah perubahan materi genetik yang terjadi pada hampir seluruh sel tubuh, kecuali sel reproduksi seperti sperma dan sel telur. Mutasi ini muncul secara alami setiap kali sel membelah.

Melansir Medical News Today, sebagian mutasi tidak menimbulkan dampak berarti. Namun, sebagian lainnya dapat mengganggu fungsi sel, memicu kematian sel, bahkan meningkatkan risiko kanker.

Menurut para peneliti, mutasi-mutasi kecil tersebut akan terus menumpuk sepanjang hidup sehingga perlahan merusak fungsi organ dan mempercepat proses penuaan.

Jeremy Clerc, asisten profesor Divisi Precision Medicine and Optimal Aging Institute di NYU Grossman School of Medicine yang tidak terlibat dalam studi, menjelaskan bahwa seseorang berusia 80-an dapat memiliki ribuan mutasi somatik di setiap sel tubuhnya.

"Tubuh tidak memiliki mekanisme untuk memperbaiki kerusakan genetik yang sudah telanjur tertanam dalam genom sel," jelas Clerc.

Akumulasi kerusakan tersebut, menurutnya, membuat sel tidak lagi bekerja secara optimal dan pada akhirnya meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker.

Benarkah manusia bisa hidup hampir 200 tahun?

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh mutasi somatik terhadap umur manusia, para peneliti membuat model matematika yang menghitung laju mutasi di berbagai jaringan tubuh.

Hasilnya cukup mengejutkan. Apabila seluruh mekanisme penuaan selain mutasi somatik berhasil dihilangkan, manusia diperkirakan hanya mampu hidup antara 146 hingga 194 tahun.

Angka tersebut memang hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata harapan hidup global saat ini yang sekitar 79 tahun, tetapi masih jauh dari konsep keabadian.

Sebaliknya, bila seluruh proses penuaan, termasuk mutasi somatik, secara hipotetis dihilangkan, model memperkirakan usia rata-rata manusia bisa mencapai 1.759 tahun dengan usia maksimum hampir 30 ribu tahun.

Namun, para peneliti menegaskan skenario tersebut mustahil dicapai dengan teknologi dan pemahaman biologi saat ini. Egle Pavyde, peneliti bidang pengobatan regeneratif dan sel punca yang juga tidak terlibat dalam studi, mengatakan hasil penelitian ini tetap harus disikapi secara hati-hati.

"Ini hanyalah pemodelan matematika, bukan eksperimen pada manusia. Penelitian ini menggunakan berbagai asumsi yang sangat disederhanakan dan belum mencerminkan kondisi biologis yang sebenarnya," ujarnya.

Jantung dan otak menjadi titik lemah

Penelitian juga menemukan bahwa tidak semua organ menua dengan kecepatan yang sama. Sel hati termasuk yang paling tahan terhadap mutasi somatik karena mampu terus memperbarui diri. Berdasarkan model penelitian, sel-sel hati secara teoritis dapat bertahan hingga lebih dari 100 ribu tahun apabila tidak dipengaruhi faktor lain.

Sebaliknya, sel otot jantung dan neuron di otak jauh lebih rentan. Kedua jenis sel ini hampir tidak mampu membelah atau beregenerasi setelah rusak. Ketika fungsi sel-sel tersebut menurun, tubuh tidak memiliki mekanisme efektif untuk menggantinya.

Karena itulah para peneliti menyebut jantung dan otak sebagai critical lifespan bottlenecks, yakni organ yang menjadi batas utama umur manusia.

Cara terbaik memperpanjang usia tetap sederhana

Meski berbagai penelitian tentang anti-penuaan terus berkembang, para ahli menilai langkah paling efektif memperpanjang usia sehat masih berasal dari kebiasaan hidup sehari-hari. Menurut Pavyde, hingga kini belum ada teknologi yang mampu memberikan manfaat sebesar pola hidup sehat.

Ia menyarankan masyarakat untuk tidak merokok, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang berbasis bahan pangan utuh (whole food), menjaga kualitas tidur, mempertahankan hubungan sosial yang baik, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan pencegahan penyakit.

Menurutnya, kebiasaan tersebut berpotensi menambah sekitar 10 hingga 20 tahun usia sehat. Clerc juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan jantung dan otak.

"Jika umur manusia memang dibatasi oleh jaringan tubuh yang tidak dapat beregenerasi, maka menjaga kesehatan jantung dan otak adalah strategi paling berharga. Tidurlah cukup, makan sehat, aktif bergerak, kelola stres, dan lakukan semuanya secara konsisten," katanya.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]