CNN Indonesia

Kamis, 03 Sep 2026 06:45 WIB

Studi Diabetes: Pria Meninggal 10 Tahun Lebih Cepat Ketimbang Wanita
Ilustrasi. Sebuah studi di Inggris menemukan, kelompok pria berisiko meninggal 10 tahun lebih cepat dibanding wanita pada pasien diabetes tipe 2. (iStockphoto/adventtr)

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah studi berskala besar di Inggris menemukan ada sejumlah faktor tertentu yang membuat penyakit diabetes tipe 2 jadi lebih berisiko bagi gender tertentu.

Penelitian tersebut mengungkap, wanita yang mengidap diabetes tipe 2, jauh lebih tinggi risiko mengalami gangguan kesehatan mental. Adapun pria lebih berisiko mengalami penyakit jantung atau gagal ginjal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baik pria maupun wanita sama-sama menghadapi risiko kematian lebih dini jika gangguan kesehatan mental turut menyertai. Namun khusus pada pria, kematian bisa 10 tahun lebih awal ketimbang wanita yang mengalami pola perkembangan ini.

Pria dalam situasi tersebut meninggal pada usia median 61 tahun, sedangkan wanita yang mengalami urutan kondisi serupa meninggal pada usia 70 tahun.

Para peneliti mengamati hampir 29 ribu data

Studi terbaru ini diterbitkan di Jurnal PLOS Medicine oleh Fabiola Eto et al. pada 25 Agustus 2026. Mereka mengamati data dari 28.720 pasien yang baru didiagnosis diabetes tipe 2 dalam jangka kurun 2010-2020.

Pilihan Redaksi

  • Gempa NTT: Hipertensi Jadi Penyakit Nomor 2, Ini Penjelasan Medisnya
  • Minum Kopi Tanpa Gula Setiap Hari, Intip 8 Manfaatnya Buat Tubuh
  • Daftar Negara Konsumsi Mie Instan Terbanyak, Indonesia Masuk 5 Besar

Para peneliti di Queen Mary University of London ini mengikuti pasien selama rata-rata 6,8 tahun. Mereka melacak kapan dan urutan kemunculan penyakit tambahan yang diidap para pasien selain diabetes.

Penyakit tambahan tersebut, antara lain hipertensi, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga kondisi kesehatan mental, khususnya depresi, kecemasan, dan gejala psikosomatis.

Dari hampir 29 ribu data tersebut 62 persen di antaranya pria dan sisanya wanita. Pria didiagnosis mengalami diabetes pada usia rata-rata 54 tahun sedangkan wanita di usia 56 tahun.

Para peneliti pun membagi kelompok usia menjadi tiga, yakni usia 16-39 tahun, 40-59 tahun, dan 60 tahun ke atas.

Risiko komplikasi yang berbeda antara wanita dan pria

Seperti dikutip dari Study Finds, hasil studi menunjukkan, di antara semua peserta yang mengalami setidaknya satu kondisi tambahan setelah diagnosis diabetes, terdapat pererbedaan mencolok antara wanita dan pria.

Wanita cenderung mengalami gangguan kesehatan mental setelah didiagnosis diabetes dengan tingkat kejadian 8,1 persen dibandingkan pria 5,3 persen.

Sebaliknya, pria lebih tinggi mengalami penyakit jantung atau gagal ginjal setelah diagnosis diabetes dengan tingkat kejadian 8,4 persen dibandingkan kelompok perempuan 5,3 persen.

Adapun hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi komplikasi paling umum di semua kelompok usia dan jenis kelamin, yakni di kisaran 20-21 persen.

Wanita pada kelompok usia paling muda, 16-39 tahun, memiliki kemungkinan tertinggi mengalami gangguan kesehatan mental dibandingkan kelompok lain. Seiring bertambahnya usia, risiko kesehatan mental tersebut tetap tinggi dibandingkan pria.

Adapun pada kelompok pria, selain lebih tinggi mengalami komplikasi penyakit jantung dan gagal ginjal, mereka juga lebih sedikit memanfaatkan layanan kesehatan. Rata-rata pria melakukan konsultasi 32 kali, sedangkan wanita 92 kali.

Mereka juga memiliki tingkat rawat inap lebih tinggi. Menurut para peneliti, faktor-faktor ini turut berperan dalam kondisi kesehatan yang lebih buruk pada pria, meski sambil menegaskan studi ini tidak memastikan adanya hubungan sebab-akibat tersebut.

Di sisi lain, para peneliti mengemukakan praktik penanganan diabetes saat ini lebih fokus memantau komplikasi umum ketimbang rangkaian kondisi yang justru terbukti lebih berbahaya.

Oleh karena itu, para peneliti menyerukan agar kesehatan mental dan fisik dikelola secara berdampingan.

(rti)