Liputan6.com, Jakarta - Stres tidak hanya memengaruhi suasana hati dan kualitas tidur, tetapi juga kesehatan kulit. Salah satu masalah yang dapat muncul ketika seseorang mengalami tekanan emosional adalah stress breakout, yaitu kondisi ketika jerawat muncul atau bertambah parah akibat stres.

Jerawat yang timbul secara tiba-tiba ini bisa membuat tekstur dan tampilan kulit berubah dari biasanya. Menurut Abdi Waluyo Hospital, Jumat, 16 Oktober 2026, jerawat terjadi ketika pori-pori tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, dan bakteri.

Kemunculannya dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perubahan hormon, pola makan, gaya hidup, dan faktor genetik. Stres juga berperan dalam memperburuk kondisi kulit.

Mengutip ABC News, dokter kulit Dendy Engelman menjelaskan bahwa stres dapat meningkatkan produksi hormon kortisol. Peningkatan hormon ini dapat merangsang kelenjar sebasea untuk menghasilkan lebih banyak sebum atau minyak alami kulit.

Ketika produksi sebum berlebihan, minyak dapat bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat pori-pori. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terbentuknya jerawat, terutama pada kulit yang rentan mengalami peradangan.

Hubungan antara stres dan jerawat turut didukung penelitian klinis pada 2017 yang menemukan kaitan antara tingkat stres lebih tinggi, berdasarkan Perceived Stress Scale (PSS), dan keparahan jerawat. Untuk mengatasi stress breakout, perawatan kulit perlu dilakukan secara tepat.

Membersihkan wajah dengan lembut, menggunakan produk yang sesuai dengan jenis kulit, serta menghindari kebiasaan memencet jerawat dapat membantu mengurangi risiko iritasi. Mengelola stres melalui tidur cukup dan aktivitas relaksasi juga dapat mendukung kesehatan kulit.

Pintar Kelola Stres

Ilustrasi stres, depresi, lelah bekerja

Perbesar

Ilustrasi stress breakout, depresi, anxiety, lelah bekerja. (Photo By Unsplash)

Stres memang tidak selalu bisa dihindari, tetapi cara mengelolanya dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Pasalnya, tekanan emosional berpotensi memperburuk jerawat yang sudah muncul. Karena itu, mengelola stres bisa menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit.

Salah satu cara yang dapat dicoba adalah meditasi. Menurut dokter spesialis kandungan dan kebidanan bersertifikat, Dr. Jennifer Ashton, studi yang ditinjau sejawat menunjukkan bahwa meditasi dapat membantu menurunkan tekanan darah, detak jantung, serta kadar hormon kortisol yang berkaitan dengan stres.

Praktik ini juga dapat meningkatkan konektivitas di area otak. Meski demikian, mengelola stres tidak serta-merta menghilangkan jerawat.

Perawatan kulit tetap diperlukan untuk menangani stress breakout. Jika jerawat terus muncul, terasa nyeri, atau meninggalkan bekas, konsultasikan dengan dokter kulit agar mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi kulit.

Atasi Jerawat dengan Perawatan yang Tepat

6 Urutan Perawatan Wajah yang Tepat untuk Kulit Kering dan Berjerawat

Perbesar

Begini urutan perawatan wajah yang benar untuk bantu atasi stress breakout. (FOTO: Unsplash/feehcosta).

Saat stress breakout muncul, memencet jerawat mungkin terasa seperti solusi cepat. Namun, kebiasaan ini justru dapat memperparah peradangan, menyebarkan bakteri, dan memperlambat penyembuhan kulit.

Dokter Engelman menjelaskan bahwa memencet jerawat berisiko mendorong bakteri lebih dalam ke kulit sehingga kondisinya semakin buruk. Untuk membantu mengatasi jerawat, penggunaan spot treatment atau perawatan lokal dengan bahan aktif dapat menjadi pilihan.

Dua bahan yang bisa dipertimbangkan adalah asam salisilat dan benzoil peroksida. Asam salisilat membantu mengangkat sel kulit mati yang menyumbat pori-pori, sedangkan benzoil peroksida bekerja melawan bakteri penyebab jerawat. Gunakan produk sesuai kondisi kulit dan petunjuk pemakaian untuk mengurangi risiko iritasi.

Jika jerawat semakin meradang, meninggalkan bekas, atau tidak kunjung membaik, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kelola Pemicu Breakout

Kulit wajah bersih dan sehat

Perbesar

Salah satu kunci penting untuk mendapatkan kulit wajah sehat bebas dari stress breakout ada pada ritual membersihkan wajah, terlebih sebelum tidur. (Foto: Unsplash/X )).

Saat mengalami stress breakout, perawatan kulit sebaiknya tetap sederhana dan konsisten. Ahli kecantikan Jeannel Astarita menekankan pentingnya membersihkan wajah setiap malam, terutama setelah menggunakan riasan atau beraktivitas di luar rumah.

Langkah ini membantu mengangkat kotoran, minyak, dan sisa produk yang menumpuk di kulit. Gunakan pembersih lembut, pelembap sesuai jenis kulit, serta tabir surya spektrum luas pada pagi dan siang hari.

Eksfoliasi kimia dan retinoid dapat membantu mengatasi masalah kulit tertentu, tetapi sebaiknya tidak langsung ditambahkan ketika kulit sedang iritasi. Perawatan juga dapat didukung dengan pola makan seimbang yang mencakup sumber lemak sehat dan makanan bernutrisi, seperti salmon dan alpukat.

Perhatikan pula konsumsi produk susu serta makanan berindeks glikemik tinggi karena pada sebagian orang, keduanya berkaitan dengan memburuknya jerawat. Respons kulit setiap orang berbeda, sehingga pembatasan makanan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.