Tasikmalaya (ANTARA) - Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabila Karbala menyatakan terus mendorong kolaborasi kegiatan ekonomi kreatif (ekraf) dengan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar dapat dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
"Peran ekraf ini sangat penting untuk mengakselerasi supaya program bisa lebih dikenal dan partisipasinya juga bisa lebih besar," kata Tiar saat menghadiri kegiatan kolaborasi Pekan Ekonomi Kreatif dan Cek kesehatan Gratis (CKG) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu.
Ia mengapresiasi positif terhadap kolaborasi antara sektor ekonomi kreatif, UMKM, dan program CKG yang dapat membantu memperkenalkan program prioritas pemerintah kepada masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi publik.
Model kolaborasi serupa, kata dia, berpeluang diterapkan di kota lain sebagai keterbukaan pemerintah daerah dan kesamaan semangat untuk melayani masyarakat.
"Ini adalah pekerjaan yang kolaboratif asalkan pemerintah daerahnya itu memiliki keterbukaan, memiliki semangat yang sama, punya spirit sama-sama ingin berjuang," katanya.
Sebagai warga asal Tasikmalaya, Tiar juga mengapresiasi penggunaan identitas kreatif lokal dalam kegiatan tersebut, di antaranya maskot Kota Tasikmalaya yakni Titi dan Tata menjadi salah satu unsur pembeda yang menarik perhatian masyarakat.
Tiar menilai kegiatan tersebut turut menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi dengan ramainya pengunjung membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan meningkatkan penjualan.
"Jadi ini adalah perbedaan untuk masyarakat, dan sekali lagi kita melakukan ini terutama untuk kebaikan bersama, terutama untuk kebaikan masyarakat," katanya.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar yang hadir dalam acara tersebut di Kota Tasikmalaya mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan berbagai pihak dalam menghadirkan kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Irene menilai penguatan identitas lokal dapat menjadi pembeda produk UMKM Tasikmalaya di tengah banyaknya produk dari berbagai daerah, untuk itu pentingnya keberlanjutan agar kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku ekonomi kreatif tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
"Kita tidak mau hanya sesuatu yang seremonial, yang sekali doang lalu berhenti. Kita ingin ada sesuatu yang berkelanjutan, termasuk kolaborasi antara pusat dan daerah serta pertukaran talenta," katanya.
Menurut Irene, pelaku ekonomi kreatif dapat membantu UMKM mengembangkan produk melalui pemanfaatan identitas lokal, adanya pendekatan tersebut maka produk khas Tasikmalaya diharapkan memiliki ciri pembeda yang kuat.
Ia juga mengapresiasi langkah komunitas ekonomi kreatif yaitu Gekraf Kota Tasikmalaya yang cepat menangkap peluang dengan memasukkan unsur identitas lokal ke dalam produk UMKM.
Kolaborasi dalam kegiatan Pekan Ekonomi Kreatif di Kota Tasikmalaya itu diisi dengan kegiatan CKG seperti cek kesehatan mata, mulut dan gigi, sampai cek potensi kanker.
Irene Umar bersama Tiar Karbala didampingi Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi berkeliling meninjau sejumlah stan dalam acara Pekan Ekonomi Kreatif mulai dari beberapa produk UMKM, kuliner, kerajinan khas Tasikmalaya, sampai layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.