Jakarta -
Tren spicule skincare sedang ramai dibicarakan di dunia K-Beauty karena diklaim mampu memberikan efek layaknya microneedling tanpa perlu ke klinik. Serum dan krim yang mengandung spicule disebut bisa membantu bahan aktif meresap lebih dalam ke kulit sekaligus merangsang produksi kolagen.
Popularitasnya pun terus meningkat, bahkan mendunia. Banyak brand mulai menghadirkan produk berbahan spicule, sementara para dokter kulit ikut memberikan penjelasan soal manfaat sekaligus risikonya.
CEO dan pendiri Rael, Yanghee Paik, mengatakan tren ini muncul karena semakin banyak orang menginginkan hasil perawatan kulit yang menyerupai treatment klinik, tetapi tanpa rasa sakit maupun masa pemulihan yang lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjelasan Tentang Spicule
Spicule merupakan struktur mikroskopis berbentuk jarum yang berasal dari spons laut, karang yang kaya silika, atau beberapa jenis tanaman. Ada pula yang dibuat secara sintetis. Saat diaplikasikan melalui serum atau krim, partikel ini menciptakan saluran-saluran kecil di lapisan kulit sehingga bahan aktif lebih mudah masuk.
"Microneedle dalam bentuk topikal," ungkap dokter kulit Hadley King, seperti dikutip dari US Magazine.
Menurutnya, spicule bekerja dengan menciptakan mikrokanal di permukaan kulit saat dipijat menggunakan serum atau krim. Meski sering dibandingkan dengan microneedling, cara kerjanya tidak sepenuhnya sama.
Pada prosedur microneedling, jarum logam menusuk kulit lalu diangkat kembali. Sementara pada spicule, partikel-partikel kecil tersebut tetap berada di bawah lapisan kulit dan akan luruh secara alami dalam beberapa hari seiring regenerasi kulit.
"Hal yang membuat spicule menarik adalah efek gandanya. Selain membantu skincare meresap lebih baik, teknologi ini juga merangsang kulit untuk memperbaiki dirinya sendiri," kata dermatolog Julie Russak.
Selama proses itu, spicule membantu membawa kandungan aktif seperti peptida, glutathione, hingga PDRN masuk lebih dalam. Dermatolog Julie Russak menyebut mikrokanal yang terbentuk bahkan bisa bertahan hingga dua hari, sehingga bahan seperti hyaluronic acid memiliki kesempatan lebih besar untuk bekerja.
Manfaat Spicule Skincare
Selain meningkatkan penyerapan skincare, spicule juga memicu respons perbaikan alami kulit. Gangguan mikro yang terjadi di lapisan terluar kulit akan merangsang pergantian sel, meningkatkan aktivitas fibroblas, serta mendorong pembentukan kolagen.
Dermatolog Eleonora Fedonenko menjelaskan bahwa berbeda dengan eksfoliator biasa yang hanya mengangkat sel kulit mati di permukaan, spicule menciptakan cedera mikro yang memberi sinyal kepada kulit untuk memperbaiki diri. Hasilnya, tekstur kulit berpotensi menjadi lebih halus dan tampak lebih bercahaya.
Ilustrasi skincare Foto: Getty Images/heckmannoleg
Efek Samping Spicule Skincare
Meski menjanjikan, spicule tidak cocok untuk semua orang. Dokter kulit mengingatkan agar produk ini dihindari oleh pemilik kulit dengan rosacea, eksim, jerawat yang sedang meradang, atau skin barrier yang sedang rusak karena dapat memperparah iritasi.
Para ahli juga mengingatkan bahwa tren K-Beauty kini tidak lagi hanya mengejar penyerapan bahan aktif sedalam mungkin. Fokus perawatan kulit modern justru semakin mengarah pada menjaga kesehatan skin barrier agar kulit tetap kuat dan seimbang.
Spicule sebaiknya dipandang sebagai pelengkap dalam rutinitas skincare, bukan solusi instan. Jika digunakan dengan tepat dan disesuaikan dengan kondisi kulit, teknologi ini memang berpotensi memberikan manfaat, tetapi tetap perlu digunakan secara bijak.
(kik/kik)