SorongbSelatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan (Pemkab Sorsel), Papua Barat Daya, memperluas lahan persawahan seluas 3.860 hektare di Distrik Moswaren sebagai upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian menuju swasembada pangan.

Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sorong Selatan, Edith Dony Tamaela di Sorong, Sabtu, mengatakan perluasan lahan pertanian dibarengi dengan peningkatan dukungan sarana dan prasarana bagi petani agar target swasembada pangan dapat tercapai.

"Target capaian kami adalah memperluas lahan pertanian produksi guna mencapai swasembada pangan. Selain itu, kami juga meningkatkan produksi dan produktivitas melalui pengelolaan lahan pertanian," kata Edith.

Ia menjelaskan pemerintah daerah juga telah menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani untuk mendukung pengembangan produksi padi di wilayah itu.

Bantuan tersebut meliputi empat unit traktor roda dua, empat unit traktor roda empat, tujuh unit pompa air, 23 unit hand sprayer, serta tiga unit alat tanam padi.

"Bantuan alsintan itu diserahkan kepada 20 kelompok tani yang tersebar di 11 distrik, di antaranya Distrik Saifi, Seremuk, Wayer, Metemani, Konda, Sawiat, Salaman, Teminabuan, dan Moswaren," bebernya.

Meski demikian, kata dia, pelaksanaan program peningkatan produksi pangan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah lokasi pengembangan sawah yang berbatasan dengan kawasan peremajaan kelapa sawit.

Selain itu, kata dia, keterbatasan benih padi, pupuk, jaringan irigasi, jalan usaha tani dan jalan produksi juga menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

"Karena itu, kita berharap mendapat dukungan dari pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait, berupa pendampingan teknis, bantuan sarana dan prasarana pertanian, serta dukungan operasional untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan," harapnya.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.