Madina (ANTARA) - Perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) melaksanakan sosialisasi kesiapsiagaan bencana kepada siswa baru SMP Negeri 1 Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Kamis.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 yang diikuti sebanyak 73 siswa.
Kepala SMPN 1 Puncak Sorik Marapi Saharni mengatakan kegiatan sosialisasi ini penting mengingat kondisi geografis sekolah yang berada di kawasan rawan bencana, khususnya dekat dengan Gunung Sorik Marapi yang masih aktif.
“Materi ini sangat penting agar siswa mampu mengenali berbagai ancaman bencana serta memahami langkah yang harus dilakukan dalam situasi darurat,” ujar Saharni.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan PT SMGP yang selama ini dinilai konsisten mendukung dunia pendidikan di wilayah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi PT SMGP yang terus hadir melalui berbagai program pendidikan. Kolaborasi ini sangat membantu sekolah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP Ali Sahid mengatakan kerja sama dengan SMPN 1 Puncak Sorik Marapi telah berjalan aktif selama tiga tahun terakhir.
Menurut dia, perusahaan telah menjalankan berbagai program pemberdayaan, seperti pengembangan pertanian hortikultura, bantuan buku literasi, hingga pelatihan seni budaya.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dengan baik,” ujar Ali.
Ia menambahkan, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan.
Dalam kegiatan tersebut, Koordinator Departemen Health, Safety, and Environment (HSE) PT SMGP, Zico D.P, menyampaikan materi terkait pengelompokan bencana yang meliputi bencana alam, non-alam, dan sosial.
Selain itu, ia juga menjelaskan prinsip dasar kesiapsiagaan bencana, mulai dari mengenali risiko, pencegahan, hingga langkah awal penanganan saat terjadi bencana.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB itu berjalan interaktif, ditandai dengan antusiasme siswa dalam sesi tanya jawab.
Salah seorang siswa, Reihan, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena materi disampaikan secara menarik.
“Acaranya sangat menarik, kami juga diberikan hadiah jika bisa menjawab pertanyaan,” ujarnya.
Pewarta: Holik
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.