Jakarta (ANTARA) - Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Smesco) mengidentifikasi sebanyak 267 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) siap memasuki pasar ekspor dari sekitar 100 ribu data UMKM yang dimiliki badan layanan tersebut.
Direktur Utama Smesco Doddy Akhmadsyah Matondang mengatakan jumlah tersebut didapat dari hasil pemetaan yang dilakukan Smesco untuk mengetahui kesiapan dan potensi pengembangan UMKM, termasuk dalam memperluas pasar ke luar negeri.
“Melalui kegiatan seperti Kopdar Ekspor ini, kami berharap jumlah tersebut terus bertambah, baik dari sisi jumlah maupun variasi produk," ujar Doddy dalam kegiatan Kopdar Ekspor di Jakarta, Selasa.
Selain melakukan pemetaan, ia menyebutkan Smesco juga secara aktif menghubungi pelaku UMKM untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi pengembangan usaha.
Hingga saat ini, sebanyak 1.083 UMKM telah dihubungi secara langsung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 551 UMKM teridentifikasi memiliki potensi untuk dikembangkan, termasuk untuk mendapatkan fasilitasi menuju pasar ekspor.
Doddy mengatakan sejumlah tantangan yang masih dihadapi UMKM untuk memasuki pasar global antara lain berkaitan dengan pemasaran, pembiayaan, dan perizinan.
Baca juga: Smesco targetkan PNBP naik dua kali lipat
Oleh sebab itu, menurut dia, penguatan kesiapan ekspor perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembenahan fundamental usaha hingga pembukaan akses pasar.
"Kami berkomitmen menyediakan end-to-end services bagi UMKM, mulai dari akses pemasaran, pembiayaan hingga perizinan, sehingga semakin banyak UMKM Indonesia yang siap dan mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan," katanya.
Maman mengatakan ekspor merupakan peluang penting untuk meningkatkan skala usaha dan memperluas jangkauan pasar. Namun, ekspansi tersebut perlu ditopang kesiapan usaha dan posisi yang kuat di pasar domestik agar ekspor dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026