Bandarlampung (ANTARA) - PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) memperkuat dukungannya terhadap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dengan menyiagakan pasokan air hingga 100 meter kubik atau setara 100 ribu liter per hari.
"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap upaya bersama dalam menangani karhutla di Sumatera Selatan," kata Senior Manager of CSR PT Semen Baturaja Tbk David Irwanto, dikonfirmasi dari Bandarlampung, Minggu.
Ia mengatakan bahwa dukungan sumber daya air yang disiapkan oleh SMBR dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penanganan karhutla sesuai hasil koordinasi dengan pihak terkait dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan operasional perusahaan.
"Kapasitas tersebut setara dengan 100 ribu liter air setiap hari dan menjadi bagian dari kesiapsiagaan perusahaan dalam mendukung penanganan kondisi darurat lingkungan," kata dia.
Selain dukungan sumber daya air, lanjut dia, perusahaan juga menyalurkan bantuan dana kepada Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Sumatera Selatan untuk menunjang kebutuhan operasional tim relawan pemadam karhutla.
"Ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap upaya bersama dalam menangani karhutla, khususnya dengan melibatkan kelompok masyarakat yang secara sukarela turun langsung ke lapangan," kata dia.
Menurutnya, SMBR menyadari bahwa penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu, perusahaan memberikan dukungan dalam bentuk dana kepada KOKAM Sumatera Selatan yang memiliki tim relawan yang terlibat dalam upaya pemadaman api.
"Bantuan-bantuan yang kami berikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional sekaligus mendukung kelancaran tugas para relawan dalam melakukan penanganan dan pemadaman karhutla," kata dia.
David menegaskan, dukungan terhadap penanganan karhutla tidak hanya ditujukan untuk mencegah meluasnya kebakaran, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasional perusahaan.
βYang kita lindungi dari ancaman karhutla bukan hanya lahan, tetapi juga ekosistem di dalamnya. Ada vegetasi, satwa, dan keanekaragaman hayati yang perlu kita jaga,β katanya.
Ia menambahkan karhutla berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas udara, sekaligus menimbulkan kerusakan vegetasi, hilangnya habitat, serta mengancam flora dan fauna dalam suatu ekosistem.
"Karena itu, pencegahan dan penanganan karhutla dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan," kata dia.
SMBR juga mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama pada periode kemarau.
"Kami menilai langkah pencegahan dan kesiapsiagaan perlu diperkuat bersama untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus melindungi lingkungan dan keanekaragaman hayati. Dengan kesiapsiagaan sumber daya dan kolaborasi lintas pihak, SMBR menyatakan akan terus berkontribusi dalam mendukung masyarakat dan lingkungan sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan," kata dia.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.