Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Tangerang Selatan, VIVA – Proses pemeriksaan kendaraan niaga mulai beralih dari pencatatan manual ke sistem digital. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas karoseri lebih mudah dipantau sebelum kendaraan diserahkan kepada pelanggan.

Baca Juga

PT Hino Motors Sales Indonesia mulai menerapkan Digital Pre Delivery Inspection atau Digital PDI bersama sejumlah mitra karoseri. Sistem tersebut digunakan untuk mencatat hasil pemeriksaan kendaraan secara lebih terstruktur dan mudah ditelusuri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bodymaker Department Head HMSI, Heri Komala, mengatakan kendaraan niaga harus melewati proses pemeriksaan yang terukur sebelum digunakan untuk operasional. Menurutnya, pelanggan membutuhkan kepastian bahwa unit yang diterima telah memenuhi standar kualitas dan keselamatan.

Baca Juga

“Melalui digitalisasi proses inspeksi dan standarisasi bersama karoseri, kami ingin memberikan keyakinan kepada pelanggan bahwa setiap kendaraan Hino telah melalui proses yang terukur, terdokumentasi, dan sesuai standar,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Kamis 6 Agustus 2026.

Digital PDI menggantikan pencatatan pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan secara manual menggunakan lembar dokumen. Meskipun tahapan pengecekannya tetap sama, seluruh hasil inspeksi kini dimasukkan melalui perangkat digital.

Baca Juga

Data pemeriksaan kemudian tersimpan di sistem berbasis cloud sehingga dapat diakses dan ditelusuri kembali ketika dibutuhkan. Daftar pemeriksaan juga dapat diperbarui mengikuti perkembangan teknologi dan spesifikasi kendaraan.

Penerapan sistem digital dinilai dapat mengurangi risiko data tercecer atau sulit dibaca. Hasil pemeriksaan dari mitra karoseri juga menjadi lebih mudah dipantau oleh produsen kendaraan.

Selain Digital PDI, Hino menerapkan Bodymaker Standardization Program kepada perusahaan karoseri. Program tersebut mengacu pada Body Mounting Manual yang berisi ketentuan teknis pembangunan bodi di atas sasis kendaraan.

Pedoman itu mencakup metode pemasangan bodi, distribusi beban, dimensi, hingga aspek keselamatan kendaraan. Karoseri yang menjadi mitra kemudian menjalani pembinaan, audit, dan sertifikasi untuk memastikan pengerjaannya sesuai ketentuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Truck & Bus Bodymaker HMSI, Dody Pramono, mengatakan standar tersebut diperlukan agar kualitas kendaraan tetap konsisten meski pengerjaan bodi dilakukan oleh perusahaan karoseri berbeda. Kesalahan dalam pemasangan bodi dapat memengaruhi keandalan maupun keselamatan kendaraan saat digunakan.

“Body Mounting Manual menjadi acuan kami bersama mitra karoseri untuk memastikan setiap kendaraan dibangun sesuai standar Hino,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya

Digitalisasi pemeriksaan menunjukkan bahwa kesiapan kendaraan niaga tidak hanya bergantung pada kondisi mesin dan sasis. Kualitas pembangunan bodi serta dokumentasi inspeksi juga menentukan keamanan dan keandalan kendaraan ketika mulai beroperasi.