Founder Karim Consulting Indonesia, Adiwarman Karim menjawab pertanyaan wartawan usai memaparkan Outlook Perbankan Syariah 2019 di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta , Kamis (6/12).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Wakil Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sekaligus ahli ekonomi syariah Indonesia Adiwarman Azwar Karim menilai pemerataan ekonomi harus dilakukan dengan memperbesar kapasitas ekonomi nasional. Adiwarman menyebut peningkatan kesejahteraan satu kelompok masyarakat tidak semestinya dilakukan dengan mengurangi kesejahteraan kelompok lainnya.

Adiwarman menjelaskan kebijakan yang menggeser alokasi anggaran kepada program yang menyasar masyarakat miskin, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal itu karena masyarakat berpenghasilan rendah memiliki kecenderungan membelanjakan pendapatannya lebih besar dibandingkan kelompok masyarakat kaya.

"Karena dalam ilmu ekonomi, Rp1 juta di tangan orang miskin itu lebih berharga daripada Rp1 juta di tangan orang kaya karena kesedihan orang kaya kehilangan Rp1 juta jauh lebih kecil daripada kebahagiaan orang miskin yang menerima Rp1 juta tersebut," ujar Adiwarman dalam Sidang Pleno X bertajuk "Implementasi Kebijakan Keuangan dan Kekayaan Negara Untuk Kemakmuran Rakyat dan Pemerataan Pembangunan" Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Menurut dia, ketika masyarakat miskin mendapatkan tambahan pendapatan, uang tersebut cenderung lebih cepat berputar melalui konsumsi. Adiwarman menilai kondisi tersebut menciptakan efek berganda yang lebih besar terhadap perekonomian.

"Orang kaya kalau punya duit Rp100 juta paling yang dibelanjain separuhnya doang, orang miskin kalau punya uang Rp1 juta, semuanya dibelanjain, kalau perlu pinjem dari orang lain sehingga perpindahan uang di antara orang miskin ini jauh lebih cepat perpindahan uang di antara orang kaya," sambung dia.

Dia menilai pergeseran alokasi anggaran ke masyarakat desa memang dapat membantu menurunkan tingkat kemiskinan. Namun, kebijakan tersebut juga perlu memperhatikan kondisi kelas menengah di perkotaan yang menghadapi tekanan ekonomi dan penurunan likuiditas.

Oleh karena itu, dia mendorong pemerintah menerapkan konsep pure Pareto growth dengan menciptakan 'kue' ekonomi baru yang lebih besar. Bagi Adiwarman, setidaknya terdapat tiga sumber yang dapat digunakan untuk memperbesar kue ekonomi nasional.