Jakarta -

Liverpool jeblok musim lalu setelah juara Premier League. Andy Robertson bersimpati ke para pemain baru karena saat itu tim sedang tak peduli dengan sepakbola.

Liverpool tanpa trofi musim lalu. Mereka finis kelima di Premier League, terhenti di 16 besar Carabao Cup, dan setop di perempatfinal Piala FA serta Liga Champions.

Hasil ini di bawah ekspektasi karena sebelumnya mereka tampil sip hingga juara Liga Inggris di tahun pertama bersama Arne Slot. Penurunan drastis itu pula yang berujung pencopotan Slot dari posisi manajer di akhir musim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan pemain Liverpool Andy Robertson mengungkap saat itu tim memang tak bisa fokus ke sepakbola akibat kematian Diogo Jota. Jota tewas bersama kakaknya dalam kecelakaan mobil di musim panas.

Maka meski di musim panas itu pula Liverpool belanja besar, hasilnya tak sejalan dengan perkiraan. Jeremie Frimpong, Florian Wirtz, Milos Kerkez Ekitike, hingga Alexander Isak terdampak oleh rasa terpukul yang dialami tim.

"Sungguh sulit untuk menjelaskan atau membicarakannya, karena apa yang kami lalui, itu mengerikan. Katakanlah kalau saya bilang soal pemain-pemain baru, mereka itu datang ke klub yang patah hati," kata Robertson, yang baru pindah ke Tottenham Hotspur musim panas kemarin.

"Mereka mencoba, dan di sanalah saya merasa ikut prihatin untuk para pemain ini karena mereka dibeli dan didatangkan dengan biaya besar, kalau saya bicara secara sepakbola. Butuh berbulan-bulan buat mereka untuk klik karena kami tak peduli saat itu, kami tak peduli tentang sepakbola."

"Itulah yang sebenar-benarnya. Kami tak peduli tentang sepakbola karena baru saja kehilangan salah satu rekan terbaik. Itulah sebabnya saya mungkin punya simpati yang sangat besar, dalam hal sepakbola, ke para pemain baru, karena bagi saya mereka datang ke tim yang, sebelumnya kami itu elit dalam segala hal selama bertahun-tahun," ujarnya dikutip Liverpool Echo.

(raw/rin)


Lihat lebih banyak