Bagikan:
JAKARTA - Presiden FIFA, Gianni Infantino, melancarkan serangan pedas terhadap para kritikus Piala Dunia 2026. Ia menuduh mereka diliputi kebencian dan mengatakan mereka seharusnya merenung, bermeditasi, berdoa, atau menonton pertandingan sepak bola.
Dalam pesan panjang yang diterbitkan setelah turnamen, Infantino membela penanganan Piala Dunia 2026 oleh FIFA, mengklaim para kritikus telah melewatkan semua kegembiraan dan kebersamaan serta mengatakan mereka telah menyebarkan kebencian dan rumor palsu alih-alih merayakan sepak bola.
Unggahan tersebut, yang tampaknya ditujukan kepada para jurnalis dan dibagikan di akun Instagram pribadi Infantino serta saluran resmi FIFA, muncul setelah Piala Dunia 2026 yang diwarnai kontroversi.
Kontroversi yang dimaksud mengenai pembatasan visa Amerika Serikat yang memengaruhi pendukung dan pejabat dari beberapa negara peserta, penangguhan larangan bermain satu pertandingan otomatis pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah intervensi dari Presiden AS Donald Trump, dan penyelidikan terhadap penetapan harga tiket Piala Dunia 2026.
"Kepada Anda semua yang melewatkan momen menyaksikan anak-anak, bayi, kakek-nenek, dan orang tua berkumpul untuk permainan yang indah ini."
"Saya minta maaf karena pertandingan telah berakhir. Saya minta maaf karena Anda melewatkan semua kegembiraan dan kebersamaan itu."
BACA JUGA:
"Maafkan saya karena Anda begitu larut dalam kebencian dan kritik sehingga melewatkan semuanya. Kepada mereka yang berada di balik pena dan kertas, di balik layar mereka yang menyebarkan kebencian dan rumor palsu, saya ingin mengatakan bahwa sementara Anda duduk di belakang, kami di FIFA berada di garis depan mengorganisasi, bekerja keras, dan menghadirkan pertunjukan terbaik di dunia," tulis Infantino.
Infantino juga mengklaim Piala Dunia 2026 tidak mengalami kekerasan, tidak ada insiden, 100 persen aman dan terlindungi, hanya kegembiraan dan kebahagiaan. Ia menambahkan bahwa 7 juta orang dari lebih dari 200 negara menghadiri pertandingan di seluruh turnamen.
Presiden FIFA berterima kasih kepada pemerintah negara tuan rumah Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, bersama dengan pasukan polisi dan sukarelawan, karena telah membantu mewujudkan apa yang ia gambarkan sebagai Piala Dunia yang paling luar biasa.
Sebagian besar pernyataan Infantino tampaknya menanggapi kontroversi yang mengelilingi turnamen tersebut.
FIFA menghadapi kritik atas pembatasan perjalanan ke Amerika Serikat yang memengaruhi pendukung dan pejabat dari beberapa negara peserta, termasuk Iran, Haiti, Senegal, dan Pantai Gading. Wasit Somalia Omar Artan juga tidak dapat memasuki Amerika Serikat setelah visanya ditolak. Namun, Infantino lagi-lagi membela penanganan visa tersebut.
"Anda menyebutkan beberapa orang yang visanya ditolak dan mengabaikan jutaan orang yang disetujui, dari seluruh dunia. Sepak bola menyatukan dunia, itu telah ditunjukkan secara mengesankan musim panas ini," tulisnya.
Ia juga tampaknya merujuk pada kritik seputar keputusan disiplin selama turnamen, termasuk keputusan FIFA untuk menangguhkan larangan satu pertandingan otomatis Balogun setelah striker Amerika Serikat itu dikeluarkan dari lapangan saat melawan Bosnia-Herzegovina.
Trump kemudian mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan Infantino tentang kasus Balogun sebelum FIFA mengonfirmasi bahwa striker tersebut akan memenuhi syarat untuk menghadapi Belgia.
FIFA tetap mempertahankan bahwa Komite Disiplin Independen FIFA yang membuat keputusan tersebut, tetapi keputusan tersebut memicu tuduhan campur tangan politik dari UEFA, Federasi Sepak Bola Belgia, dan para pembuat undang-undang Eropa.
Tanpa merujuk langsung pada insiden tersebut, Infantino menulis bahwa keputusan wasit yang diperdebatkan atau keputusan disiplin yang aneh ialah rutin dan diterima secara luas di beberapa liga terbesar di dunia.
"Anehnya, negara-negara yang menerapkan praktik-praktik ini justru yang mengkritik," tambahnya.
Federasi Sepak Bola Norwegia kemudian mengonfirmasi niatnya untuk mengajukan pengaduan resmi kepada FIFA terkait peran Trump dalam kasus Balogun.
Hanya saja, tekanan itu tampak tak menggoyahkan Infantino yang pandai mengalihkan fokus. Dia malah mendesak para kritikus untuk fokus pada apa yang ia sebut sebagai kemampuan sepak bola untuk menyatukan orang.
"Kepada mereka yang menghabiskan waktu dan energi untuk membenci kami, luangkan waktu sejenak untuk merenung, bermeditasi, berdoa, atau menonton pertandingan sepak bola dan benar-benar mengamati wajah, mata, dan emosi. Semoga sepak bola mengatasi semua kebencian," tulisnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
Populer
28 Juli 2026, 06:00
28 Juli 2026, 10:41
28 Juli 2026, 13:19