Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan dukungannya terhadap pengoperasian pesawat N219 buatan dalam negeri untuk melayani rute penerbangan perintis di wilayah-wilayah terpencil Indonesia.

"Pasti kita dukung. Produk dalam negeri pasti kita dukung," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (16/7/2026).

Kendati demikian, Lukman menjelaskan bahwa realisasi operasional tersebut kini bergantung pada kesiapan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam memproduksi dan menyiapkan unit pesawatnya. Selain itu, ada sejumlah prosedur regulasi yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum pesawat tersebut resmi mengudara secara komersial.

"Kita ada proses untuk sampai kita bisa mengoperasikan pesawat itu ada proses yang bertahap yang dilakukan oleh kita untuk sampai kita bisa menerima pesawat itu diterbangkan oleh penerbangan sipil," katanya menambahkan.

Langkah Kemenhub ini sejalan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY menilai pesawat N219 sangat ideal untuk menunjang rute-rute penerbangan perintis tanah air.

Kepala Daerah Butuh Konektivitas

Pesawat N219 Nurtanio produksi PT Dirgantara Indonesia (Tommy Kurnia/Liputan6.com)

Perbesar

Pesawat N219 Nurtanio produksi PT Dirgantara Indonesia (Tommy Kurnia/Liputan6.com)

Menurut AHY, banyak kepala daerah di Indonesia yang membutuhkan konektivitas udara taktis karena kondisi geografis wilayah mereka yang menantang dan tidak bisa dijangkau oleh armada pesawat berbadan besar.

N219 dinilai memiliki kapasitas serta kemampuan manuver yang efektif di medan sulit, seperti kawasan pegunungan dan hutan lebat. Secara teknis, pesawat ini bahkan mampu lepas landas (take off) dan mendarat (landing) di landasan pacu (runway) pendek sepanjang 800 meter dengan kondisi belum diaspal (unpaved).

Merespons potensi tersebut, BUMN kedirgantaraan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kini tengah mematangkan N219 sebagai pesawat komersial multifungsi, baik untuk angkutan penumpang maupun kargo.

Masuk Pasar Komersial

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan mengatakan, pihaknya akan masuk (pasar pesawat) komersial, baik untuk penghubung di provinsi maupun untuk bisnis, N219 digunakan untuk penumpang atau kargo.

Gita menambahkan, saat ini PTDI juga tengah fokus membangun ekosistem dirgantara nasional yang kuat. Salah satunya melalui pembentukan SDM berkualitas lewat peran sebagai Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO) guna mensertifikasi teknisi lokal yang nantinya akan mendukung operasional penuh pesawat N219 di lapangan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6