Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, mengalokasikan Rp12,18 miliar yang diarahkan untuk pembangunan sektor infrastruktur melalui Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Rabu, mengatakan anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Perubahan APBD 2026 diarahkan untuk memenuhi beberapa kebutuhan, salah satunya adalah di bidang pemeliharaan jalan, irigasi dan sungai,” katanya.
Dalam sektor infrastruktur, Perubahan APBD 2026 mengalokasikan anggaran untuk jalan sebesar Rp10,2 miliar, irigasi sebesar Rp983,51 juta lebih, serta infrastruktur penerangan jalan umum sebesar Rp1 miliar.
Alokasi tersebut menjadi bagian dari perubahan belanja daerah yang meningkat 3,86 persen atau sekitar Rp106,47 miliar, dari Rp2,75 triliun lebih menjadi Rp2,86 triliun lebih.
Menurut Dony, perubahan anggaran juga mencakup kebutuhan pembangunan rumah bagi korban bencana, pengadaan tanah untuk relokasi bencana di Cisurat, serta pembangunan Jembatan Sasak Beureum.
"Beberapa di antaranya adalah pembangunan rumah bagi korban bencana, serta pengadaan tanah untuk relokasi bencana di Cisurat dan pembangunan Jembatan Sasak Beureum,” ujarnya.
Dony berharap pembahasan perubahan APBD bersama DPRD dapat berjalan sesuai tahapan sehingga program yang telah direncanakan dapat segera dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
“Saya harap pembahasan dua Raperda tentang APBD dilakukan secara konstruktif dan semangat untuk kesejahteraan masyarakat dengan memperhatikan ketepatan waktu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.
Anggaran tersebut selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Kabupaten Sumedang sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah untuk kemudian dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.