Sheikh Ahmed merupakan putra keempat sekaligus bungsu dari mendiang Sheikh Rashid bin Saeed Al Maktoum, mantan Wakil Presiden UEA dan Penguasa Dubai yang meletakkan fondasi pembangunan Dubai modern.
Sheikh Ahmed pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Kepolisian Dubai dan Keamanan Publik serta Presiden Klub Olahraga Al Wasl.
Kiprahnya mencakup bidang militer, olahraga, pacuan kuda, dan olahraga bahari.
Karier militer
Sheikh Ahmed menempuh pendidikan di Akademi Militer Kerajaan Sandhurst di Inggris.
Setelah lulus, ia bergabung dengan Wilayah Militer Pusat Dubai dan kemudian dipercaya menjadi panglima wilayah tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, Wilayah Militer Pusat berkembang menjadi salah satu pangkalan militer utama di UEA.
Klub Al Wasl
Sheikh Ahmed memiliki hubungan yang sangat panjang dengan Klub Olahraga Al Wasl. Ia tercatat memimpin klub tersebut selama sekitar 60 tahun.
Al Wasl awalnya bernama Al Zamalek dan didirikan di Za'abeel pada 1960. Dua tahun kemudian, Sheikh Ahmed ikut membentuk jajaran pengurus pertama klub dan menjabat sebagai ketua hingga 1974.
Keterlibatannya dengan Al Wasl terus berlanjut selama beberapa dekade berikutnya sembari ia mendukung perkembangan olahraga di UEA.
Di bawah kepemimpinannya, Al Wasl tumbuh menjadi salah satu klub olahraga terkemuka di negara tersebut, dengan kiprah di sepak bola dan berbagai cabang olahraga lainnya.
Nama Sheikh Ahmed pun terus melekat pada perjalanan Al Wasl hingga klub tersebut menjadi bagian penting dari sejarah olahraga Dubai.
Pacuan kuda
Selain Al Wasl, Sheikh Ahmed berperan besar dalam perkembangan pacuan kuda di UEA.
Ia mendirikan Jebel Ali Racecourse untuk membantu mengembangkan olahraga tersebut sekaligus memperkuat kiprah UEA di dunia pacuan kuda internasional.
Sheikh Ahmed juga mendirikan Al Adiyat dan Dubai Horse Racing Centre untuk mendukung perkembangan industri pacuan kuda.
Bersama timnya, ia turut mengembangkan sistem handicap serta sejumlah aturan lain dalam perlombaan.
Olahraga bahari
Sheikh Ahmed terlibat pula dalam perkembangan olahraga bahari di Dubai.
Ia berperan dalam pendirian Dubai International Marine Club dan menjadi ketua pertamanya pada 1988.
Klub tersebut kemudian menjadi yang pertama dari kawasan Timur Tengah dan Afrika yang bergabung dengan Union Internationale Motonautique (UIM).
Setahun kemudian, pada 1989, Sheikh Ahmed ikut berperan dalam pembentukan Victory Team.