Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

07 October 2026 15:58

Jakarta, CNBC Indonesia - Penantian panjang pemegang saham sejumlah emiten akhirnya berbuah pada 2026. Setelah bertahun-tahun tanpa dividen tunai, tiga perusahaan membagikan dana kepada investornya, yakni PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

PSAB kembali membagikan dividen tunai setelah lama absen. Sementara itu, DEWA dan MDKA membagikan dividen pertama setelah masing-masing hampir 19 tahun dan sekitar 11 tahun sejak melantai di bursa.

PSAB: Kembali Tebar Dividen Setelah Absen Sejak 2009

Emiten pertambangan emas PSAB menjadi salah satu contoh paling mencolok. Berdasarkan riwayat aksi korporasi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pembayaran dividen tunai sebelumnya tercatat pada 20 November 2009.

Pembayaran berikutnya baru muncul pada 30 Juni 2026. Dengan demikian, PSAB melewati 16 tahun kalender penuh tanpa pembayaran dividen tunai, yakni sepanjang 2010-2025. Jarak antara kedua pembayaran tersebut mendekati 17 tahun.

Melalui RUPS pada 3 Juni 2026, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar Rp2,7783 triliun atau Rp105 per saham. Dividen tersebut dibayarkan pada 30 Juni 2026.

PSAB kemudian kembali membagikan Rp30 per saham pada 29 September 2026. Jika dijumlahkan, total dividen tunai yang dibayarkan hingga 7 Oktober 2026 mencapai Rp135 per saham.

Periode absen tersebut khusus merujuk pada dividen tunai. Riwayat KSEI mencatat PSAB pernah membagikan dividen saham pada 2014.

DEWA: Dividen Pertama Setelah Hampir 19 Tahun di Bursa

Perusahaan jasa pertambangan Darma Henwa mencatat tonggak berbeda. Saham DEWA tercatat di bursa sejak 26 September 2007, sedangkan pembayaran dividen tunai perdananya berlangsung pada 31 Juli 2026.

Artinya, investor baru menerima dividen pertama setelah hampir 19 tahun sejak perusahaan melantai di bursa.

Dalam pengumuman resmi pada 31 Juli 2026, perusahaan menyatakan telah merealisasikan pembagian dividen sebesar Rp58,6 miliar atau Rp1,50 per saham. Dividen tersebut berasal dari laba tahun buku 2025.

Keputusan pembagiannya disetujui dalam RUPST pada 29 Juni 2026. Perusahaan menyebut nilai dividen setara dengan 11,4% dari laba inti 2025 sebesar Rp514,5 miliar.

"Pembagian dividen ini menjadi yang pertama kali dalam sejarah Perseroan," ujar Direktur Darma Henwa Ricardo Silaen dalam keterangan resmi perusahaan.

MDKA: Akhirnya Bagi Dividen Setelah 11 Tahun

Merdeka Copper Gold juga membagikan dividen pertamanya pada 2026. Perusahaan tercatat di bursa pada 19 Juni 2015, sehingga pembayaran ini berlangsung sekitar 11 tahun setelah IPO.

MDKA membagikan dividen tunai sebesar Rp12,285192 per saham dengan tanggal pembayaran 24 Juli 2026.

Pemegang saham sebelumnya menyetujui alokasi dividen maksimal Rp300 miliar dalam RUPSLB pada 23 Juni 2026. Perusahaan menetapkan sumber pembayaran dari sebagian saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

Karena itu, pembagian dividen MDKA tersebut tidak tepat disebut sebagai distribusi laba bersih yang diperoleh pada 2025. Dasar pembayarannya adalah saldo laba yang tersedia sebagaimana ditetapkan dalam keputusan pemegang saham.

(gls/gls)