Bagikan:

JAKARTA - Soundrenaline Sana Sini Jakarta resmi dibuka di kawasan Blok M District, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 18 Juli.

Mengusung konsep district festival yang inovatif, ajang tahunan yang kini telah menjadi salah satu kekayaan intelektual (IP) festival tertua di Indonesia ini berhasil mengintegrasikan lima venue sekaligus untuk menghidupkan ekosistem kreatif dan hiburan di pusat kota.

Festival yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Minggu, 19 Juli ini mengajak para pengunjung menjelajahi Taman Kota Peruri, Ina Hall Peruri, M Bloc Livehouse, COMA Bar, dan Melting Pop.

Konsep ini menawarkan pengalaman festival yang lebih dekat dan mulus, yang tidak hanya menyuguhkan aksi panggung puluhan musisi lokal dan mancanegara seperti Tahiti 80, Last Dinosaurs, Elephant Kind, hingga Efek Rumah Kaca, tapi juga menjadi panggung kembalinya grup musik cadas, Seringai, setelah sempat menjalani masa rehat selama setahun.

Bagi para personel Seringai, evolusi Soundrenaline dengan memecah panggung ke beberapa titik di Blok M ini dipandang sebagai langkah sukses yang sangat relevan bagi industri.

Vokalis Seringai, Arian13, menegaskan festival ini mampu bertahan melewati berbagai perubahan generasi musik nasional.

"Soundrenaline bisa dibilang IP festival paling tua yang sekarang masih eksis. Yang masih bertahan salah satunya ya Soundre," ujar Arian13 saat ditemui seusai penampilan mereka di hari pertama festival, Sabtu malam.

Hubungan emosional yang erat antara band dengan festival ini diakui menjadi salah satu alasan kuat mengapa wadah seperti ini harus terus dipertahankan.

Format baru yang kini dibuat lebih intim dinilai efektif memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan ruang kolaborasi antara musisi, komunitas, dan pelaku industri kreatif.

"Kontribusi Soundrenaline, salah satunya ya melahirkan Seringai, karena kita hidup tumbuhnya bersama Soundre," tambah Arian13.

BACA JUGA:


Indikator keberhasilan konsep baru festival ini juga tercermin dari tingginya antusiasme penonton yang sengaja datang ke kawasan Blok M.

Bassis Seringai, Sammy Bramantyo, menceritakan pengalamannya bertemu langsung dengan penonton yang rela menempuh perjalanan jauh demi menikmati festival ini.

"Dia bilang dari Sukabumi, khusus ke Jakarta buat Soundrenaline,โ€ ujar Sammy. โ€œMenurut gue kalau itu terjadi, itu parameter suksesnya sebuah festival, ketika orang sampai sudah effort kayak gitu.โ€

Sebelum rangkaian utama pertunjukan musik dimulai, Soundrenaline juga telah membuka festival melalui program The Lab pada Jumat, 17 Juli.

Melalui sesi diskusi, jejaring kerja (networking), dan pertukaran gagasan antarpelaku industri musik nasional maupun internasional, Soundrenaline Sana Sini Jakarta tidak hanya sukses menjadi hiburan massal, tetapi secara nyata berhasil memperkuat ekosistem kreatif sekaligus memantapkan kawasan Blok M sebagai destinasi budaya kota yang dinamis.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+