Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Jakarta, VIVA – Gangguan penglihatan kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Padahal, perubahan kemampuan melihat tidak selalu disebabkan oleh faktor usia dan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan mata yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga

Salah satu gangguan yang umum dialami ketika seseorang memasuki usia 40 tahun ke atas adalah presbiopia atau mata tua. Kondisi ini membuat mata semakin sulit memfokuskan pandangan pada objek dekat, seperti tulisan kecil di buku atau layar ponsel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Refraksionis Optisien, Suhadi, AMD.RO, menjelaskan bahwa kelainan refraksi menjadi salah satu gangguan penglihatan yang banyak dijumpai di masyarakat. Kondisi tersebut meliputi rabun jauh, rabun dekat, dan mata silinder yang menyebabkan objek terlihat kurang jelas.

Baca Juga

"Selain kelainan refraksi, presbiopia juga perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Penderitanya biasanya perlu menjauhkan buku atau ponsel agar tulisan terlihat lebih jelas, bahkan membutuhkan pencahayaan lebih terang saat membaca," ujar Suhadi dalam keterangannya, dikutip Kamis (15/10/2026).

Kebutuhan alat bantu penglihatan dapat berbeda pada setiap orang. Untuk kondisi tertentu, kacamata dengan lensa progresif dapat menjadi pilihan karena dirancang untuk membantu penglihatan jarak jauh, menengah, dan dekat dalam satu kacamata.

Baca Juga

Namun, masalah kesehatan mata tidak berhenti pada kelainan refraksi dan presbiopia. Katarak, glaukoma, serta retinopati diabetik juga perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan gangguan penglihatan serius.

Katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga penglihatan terasa berkabut atau buram. Sementara itu, glaukoma dan retinopati diabetik dapat merusak bagian mata yang berperan penting dalam proses melihat. Sejumlah gangguan tersebut bahkan dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.

Karena itu, pemeriksaan mata sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika penglihatan mulai kabur. Pemeriksaan berkala dapat membantu mengetahui kondisi mata dan mengidentifikasi gangguan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gangguan Penglihatan Jadi Perhatian pada Usia Lanjut

Besarnya persoalan gangguan penglihatan juga terlihat dari data kesehatan masyarakat. Berdasarkan estimasi Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dirujuk WHO Indonesia, sekitar 15 juta penduduk Indonesia berusia 50 tahun ke atas mengalami gangguan penglihatan. Katarak dan gangguan refraksi termasuk penyebab utama pada kelompok usia tersebut.

Halaman Selanjutnya

Angka ini memperlihatkan pentingnya akses terhadap pemeriksaan mata, terutama bagi kelompok lanjut usia yang mungkin menganggap penurunan kemampuan melihat sebagai konsekuensi yang tidak terhindarkan dari pertambahan umur.