AKURAT.CO Iran mengumumkan bahwa pembahasan kesepakatan dengan Oman terkait masa depan Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir. Di saat yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pengumuman resmi mengenai kesepakatan tersebut berpeluang dilakukan dalam beberapa hari ke depan.
Jika tercapai, kesepakatan itu berpotensi membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz yang selama berbulan-bulan menjadi pusat konflik, sekaligus meredakan gejolak harga energi dunia dan membuka jalan menuju penyelesaian perang antara Amerika Serikat dan Iran.
Namun, proses tersebut masih menghadapi hambatan besar. Iran disebut menginginkan pencabutan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhannya sebagai bagian dari kesepakatan, sementara Washington sebelumnya menolak skema apa pun yang memberikan kendali lebih besar kepada Teheran atas Selat Hormuz.
Iran Sebut Draf Kesepakatan Sudah Tahap Akhir
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan draf kesepakatan dengan Oman kini berada pada tahap finalisasi.
Menurutnya, pernyataan bersama akan diumumkan apabila tidak ada pihak lain yang menghalangi proses tersebut, sebuah pernyataan yang diduga mengarah kepada Amerika Serikat.
Sementara itu, dua pejabat kawasan yang mengetahui jalannya negosiasi mengungkapkan kepada Associated Press bahwa tim perunding Iran dan Oman telah menyelesaikan rancangan akhir perjanjian dan kini hanya menunggu persetujuan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Kesepakatan tersebut disebut bersifat sementara dan dimaksudkan sebagai langkah awal untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Jadi Jalan Menuju Negosiasi Nuklir Baru
Menurut sumber yang sama, kesepakatan itu juga akan membuka peluang dimulainya kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai program nuklir Teheran.
Sebelumnya, kedua negara sempat mencapai kesepakatan pada Juni lalu untuk mengakhiri pertempuran dan membuka kembali Selat Hormuz. Namun, kesepakatan tersebut gagal diwujudkan.
Dalam rancangan terbaru, kapal-kapal disebut akan memasuki Teluk Persia melalui jalur yang berada di bawah pengawasan Iran dan keluar melalui rute yang diawasi Oman.
Selain itu, akan diberlakukan biaya layanan untuk keamanan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim.
Skema tersebut masih menuai penolakan dari Washington karena pemerintah AS tidak menginginkan Iran memperoleh keuntungan ekonomi maupun kendali yang lebih besar atas salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.
Trump: Kesepakatan Sangat Dekat
Saat ditanya wartawan mengenai laporan bahwa pengumuman kesepakatan bisa dilakukan pekan ini, Presiden Donald Trump memberikan sinyal positif.
"Itu bisa terjadi. Besok atau lusa. Banyak kemajuan telah dicapai," ujar Trump.