Senin, 28 September 2026 - 20:32 WIB

Jayapura, VIVA – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) terintegrasi di Papua menjadi wujud komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program tersebut direalisasikan melalui pembangunan fasilitas pendidikan di Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor.

Baca Juga

Pembangunan yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai berjalan sejak Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada Maret 2027. Hingga September 2026, progres pembangunan telah mencapai sekitar empat persen. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 triliun dari APBN untuk pembangunan tiga Sekolah Rakyat tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai pendidikan merupakan fondasi penting untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga

“Pendidikan itu sangat mendasar. Ketika keluarga kurang mampu tidak memiliki kapasitas untuk menyekolahkan putra-putrinya, maka negara harus hadir, pemerintah hadir,” ujar AHY.

Kehadiran Sekolah Rakyat di Papua juga menawarkan pola pendidikan terintegrasi dengan menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan. Konsep tersebut memungkinkan peserta didik memperoleh pendidikan secara berkelanjutan dengan dukungan fasilitas yang menunjang kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari.

Baca Juga

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti mengatakan setiap Sekolah Rakyat di tiga wilayah tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 1.260 peserta didik.

“Sekolah Rakyat di Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi dan Biak Numfor masing-masing dapat menampung 1.260 siswa, sehingga total keseluruhan di tiga daerah tersebut mencapai 3.780 siswa,” ujar Diana Kusumastuti, dikutip Senin, 28 September 2026.

Fasilitas yang disiapkan meliputi gedung pendidikan, asrama siswa, rumah susun guru, kantin, gedung serbaguna, tempat ibadah, fasilitas olahraga, serta bangunan pendukung lainnya. Kelengkapan tersebut diharapkan menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan akademik dan karakter siswa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut AHY, pembangunan manusia menjadi semakin penting bagi Papua yang memiliki potensi sumber daya alam besar. Karena itu, peningkatan kualitas generasi muda perlu berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur dan ekonomi.

“Ketika kita ingin memajukan negeri, memajukan Papua, maka yang pertama dan utama harus dibangun adalah sumber daya manusianya,” tegas AHY.

Halaman Selanjutnya

Melalui pembangunan Sekolah Rakyat di tiga wilayah Papua, pemerintah berupaya memastikan jarak dan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Program tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi Papua yang berdaya saing.