Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Sekolah Dasar Negeri Kepatihan 5 di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim) memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan mengajak anak-anak melakukan berbagai permainan tradisional di sekolah setempat, Kamis.  

Kegiatan yang diikuti seluruh warga sekolah baik murid maupun guru itu menjadi wujud komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, menyenangkan, sekaligus melestarikan budaya bangsa yang kini nyaris punah di era digital. 

"Anak-anak sudah kami imbau untuk membawa 1 permainan tradisional dari rumah seperti dakon, engklek, lompat tali, kelereng dan sebagainya," kata Kepala SDN Kepatihan 5 Susi Novitasari di sekolah setempat. 

Menurutnya, pihak sekolah berusaha memberi edukasi kepada anak-anak untuk melestarikan budaya Indonesia dengan mencintai permainan tradisional yang mulai ditinggalkan akibat gawai.

"Permainan tradisional dipilih sebagai media untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka secara sehat, serta sejalan dengan implementasi PP Tunas (Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital)," tuturnya.

Permainan tradisional berbasis kearifan lokal diintegrasikan ke dalam lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai solusi untuk melindungi anak dari kecanduan gawai dan perundungan siber.

"Permainan tradisional yang mengajarkan kerja sama, sportivitas, keberanian, konsentrasi, dan komunikasi secara langsung. Dalam momentum Hari Anak Nasional, hari ini semua anak-anak bermain permainan tradisional dengan sukacita," katanya. 

Sementara salah seorang siswa SDN Kepatihan 5 Jember, Naura mengaku senang kegiatan belajar mengajar saat Hari Anak Nasional diisi dengan permainan tradisional yang jarang dilakukan di lingkungan perumahannya. 

"Seru sekali permainan tradisional hari ini di sekolah. Saya berharap kegiatan seperti itu bisa sering diadakan lagi supaya permainan tradisional tetap dikenal dan terus dilestarikan oleh anak-anak," ujarnya. 

Sejumlah sekolah di Jember menegaskan komitmennya sebagai Sekolah Ramah Anak yang tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, memperkuat kebersamaan, melestarikan budaya lokal, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan membahagiakan.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.