Sekdaprov Lampung: Perkuat nilai tambah komoditas harus berkelanjutan
Selasa, 22 September 2026 17:19 WIB
Ilustrasi- Produk turunan dari berbagai komoditas berupa makanan yang tersedia dalam kegiatan Begawi dan Siger Fest 2026. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Penguatan nilai tambah harus dilakukan melalui proses yang berkelanjutan
Bandarlampung (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengatakan bahwa penguatan nilai tambah komoditas di daerahnya harus dilakukan berkelanjutan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Penguatan nilai tambah harus dilakukan melalui proses yang berkelanjutan, mulai dari produksi menuju pengolahan, kemudian menjadi produk, membangun merek, hingga memperluas akses pasar," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung Marindo Kurniawan di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan Provinsi Lampung memiliki beragam komoditas unggulan mulai dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, wastra, produk UMKM, hingga ekonomi kreatif. Dan potensi tersebut perlu dikembangkan dari awalnya sekadar menghasilkan komoditas menjadi produk bernilai tambah, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
"Lampung tidak boleh berhenti sebagai daerah penghasil. Lampung harus menjadi daerah pencipta nilai tambah. Kopi Lampung jangan berhenti sebagai biji kopi. Hasil pertanian kita jangan berhenti sebagai bahan mentah. Produk UMKM jangan berhenti pada produksi skala kecil," katanya.
Dia melanjutkan melalui kegiatan Begawi dan Siger Fest 2026 yang telah resmi usai tersebut, menunjukkan bahwa Lampung memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.
Karena itu potensi yang dimiliki Lampung perlu terus didorong agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Selain itu penting pula dilakukan digitalisasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik yang baik untuk penguatan hilirisasi. Di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, digitalisasi bukan lagi pilihan. Digitalisasi adalah sebuah keniscayaan dan kebutuhan," ucap dia.
Ia mengatakan adanya perluasan penggunaan QRIS, penguatan sistem pembayaran digital, serta berbagai inovasi yang dikembangkan Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan pun ikut mendukung penguatan nilai tambah komoditas agar berkelanjutan.
Dan digitalisasi pun dapat meningkatkan efisiensi, membangun kepercayaan, serta membuka peluang ekonomi baru. Semangat tersebut juga perlu diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan melalui pelayanan publik yang semakin cepat dan penerimaan daerah yang semakin transparan.
"Teknologi harus menjadi alat untuk mempermudah masyarakat, bukan untuk mempersulit masyarakat. Itulah semangat yang harus di bawa pulang dari Lampung Begawi dan Siger Fest 2026," katanya.
Dia juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan semangat 'Sai Bumi Sejuta Nilai' bukan sekadar tema festival, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun perekonomian Lampung.
"Kita ingin Lampung menjadi tempat yang nyaman untuk berusaha, tempat yang menarik untuk berinvestasi, dan tempat yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berkembang," ujarnya.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.