Martapura (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Yudi Andrea mendorong penguatan sektor pendidikan melalui pemerataan akses pendidikan dan peningkatan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bahan evaluasi perbaikan kualitas pendidikan di daerah itu.

"Pemkab Banjar sudah berkomitmen untuk melaksanakan program wajib belajar 13 tahun dan memperluas kesempatan belajar melalui program satu desa satu PAUD," ujar Yudi di Kota Martapura, Senin. 

Pernyataan itu disampaikan Yudi saat menjadi pembina upacara pada apel kerja gabungan di lingkup Pemkab Banjar yang diikuti pimpinan OPD dan ASN maupun non ASN di halaman Kantor Bupati Banjar, Martapura. 

Menurut Yudi, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas Pemkab Banjar sejalan upaya pembenahan birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang tersebar di kabupaten setempat. 

Yudi menegaskan, pemerataan layanan pendidikan sejak usia dini menjadi bagian penting mewujudkan sumber daya manusia berkualitas sehingga menjadi lebih siap dalam menghadapi tantangan di masa mendatang. 


Baca juga: Pemkab Banjar perkuat tata kelola pendidikan melalui pelantikan ratusan kepala sekolah
 

"Seluruh sekolah juga telah mengimplementasikan pembelajaran mendalam melalui prinsip pembelajaran yang berkesadaran, memuliakan, dan senantiasa menggembirakan sehingga peserta didik dapat mengikuti proses belajar secara lebih optimal," ungkapnya. 

Yudi juga menyampaikan terkait pelaksanaan TKA tingkat partisipasi peserta didik mencapai 100 persen dengan nilai rata-rata TKA jenjang SD mencapai 53,41 dan menempatkan Kabupaten Banjar di peringkat keempat se-Kalimantan Selatan.

Sementara itu, nilai rata-rata TKA jenjang SMP mencapai 53,18 dan menempatkan Kabupaten Banjar di peringkat ketiga se-Kalsel yang harus menjadi pemacu seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.

"Jadikan hasil TKA ini sebagai bahan refleksi untuk terus berbenah pada 2027. Semuanya harus dipersiapkan mulai dari sekarang sehingga hasil yang ingin dicapai bisa terealisasi tahun depan," pesan Yudi.


Baca juga: Belasan sekolah di Kabupaten Banjar raih penghargaan Adiwiyata 2025
 

Yudi juga menegaskan hasil evaluasi pendidikan tidak hanya menjadi gambaran capaian peserta didik, tetapi juga dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan pembenahan terhadap proses pembelajaran dan berbagai program pendidikan di Kabupaten Banjar.

Pada apel tersebut juga dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Nasional Tahun 2025 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.

Selain itu, Sekda Banjar didampingi Plt Asisten Administrasi Umum juga menyerahkan penghargaan hasil PEKPPP Mandiri Tahun 2025 yang disaksikan pimpinan OPD maupun pegawai di lingkup pemerintahan setempat. 

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.