Bengkayang (ANTARA) - Bupati Sekadau, Kalimantan Barat, Aron menargetkan angka stunting di daerah itu terus ditekan hingga nol persen melalui keberlanjutan edukasi gizi, penguatan pola asuh, dan kolaborasi lintas sektor.

Hal tersebut ditegaskan dia, meskipun program Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia (PASTI) bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) telah berakhir.

“Program PASTI bersama VWI sudah berakhir bulan ini, tapi bukan berarti perjuangan kita berhenti. Walaupun sekarang angkanya masih berada di 9 persen, ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Bagaimana ke depan kita bisa menekan angka stunting hingga nol persen melalui edukasi terbaik kepada masyarakat,” kata Aron di Sekadau, Kamis.

Ia mengatakan, berdasarkan data yang disampaikannya angka stunting di Kabupaten Sekadau yang sebelumnya mencapai 36 persen saat dirinya mulai menjabat sebagai bupati kini berada di kisaran 9 persen.

Menurut dia, penurunan tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah, WVI, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan pemenuhan gizi serta pengetahuan keluarga mengenai kesehatan anak.

Sejumlah upaya yang telah dilakukan di antaranya pemberian bantuan susu dan telur bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan gizi, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pola asuh dan pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi sejak dini.

Aron menegaskan, berbagai upaya yang telah berjalan melalui program PASTI perlu dilanjutkan agar penanganan stunting tidak terhenti setelah berakhirnya pendampingan program. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan diharapkan mempertahankan praktik baik yang telah diterapkan di masyarakat.

Selain perbaikan gizi anak, program tersebut turut mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk melalui gerakan Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan.

Aron juga menyoroti pentingnya ketersediaan air bersih dan pemeliharaan kualitas air sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Menurut dia, pencegahan stunting perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan pemenuhan gizi, pola asuh, sanitasi, dan lingkungan yang sehat.

Ia berharap keterlibatan pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat tetap diperkuat sehingga edukasi mengenai gizi dan kesehatan keluarga dapat menjangkau lebih banyak warga.

“Program ini memang secara resmi kita tutup, tetapi apa yang sudah kita gaungkan bersama di Kabupaten Sekadau diharapkan bisa memberikan hasil. Tentu semuanya ini merupakan hasil kerja sama kita semua,” katanya.

Pewarta: Narwati
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.