Baca Juga: Sarwendah Berserah Diri Pasrahkan Nasib Hak Asuh Anak dalam Mediasi dengan Ruben Onsu
Sebagai seorang ibu, Sarwendah menegaskan bahwa seluruh kerja keras yang dilakoninya saat ini murni demi masa depan serta kebahagiaan buah hatinya.
Ia tak ingin dinamika hukum yang tengah terjadi memberikan dampak buruk bagi perkembangan anak-anaknya di masa depan.
"Sebagai seorang ibu yang punya anak, apalagi anaknya perempuan, pastinya maunya yang terbaik buat anak-anak saya. Saya enggak mau nanti ketika mereka besar, mereka melihat (kekisruhan) seperti ini," ujar Sarwendah.
Keharuan kian memuncak saat awak media menyinggung kenangan rumah di kawasan Cilandak yang pernah ia tempati. Rumah yang dibeli oleh Ruben Onsu tersebut memiliki ikatan emosional mendalam karena proses renovasinya melibatkan mendiang sang ayah (Yeye).
Baca Juga: Hadiri Sidang Perdana Hak Asuh Anak, Sarwendah: Doakan Lancar demi Kebahagiaan Anak-anak
Persoalan renovasi tersebut belakangan menjadi sorotan setelah kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, sempat membeberkan adanya 46 kali transaksi transfer ke almarhum ayah mertua dengan nilai mencapai Rp11 miliar untuk pengerjaan rumah tersebut.
Melihat kondisi psikologis kliennya yang kian emosional, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, langsung pasang badan.
Dirinya pasang suara menanggapi berbagai narasi negatif yang dinilai memojokkan peran mendiang ayah Sarwendah.
"Pertanyaan saya begini, kalau orang tua kita punya pengalaman, punya keahlian di bidang pembangunan, apakah itu merupakan suatu aib?" tegas Chris di hadapan awak media.
Chris meluruskan bahwa keterlibatan almarhum dalam proyek hunian tersebut bukanlah hal yang patut dipersoalkan, melainkan sebuah wujud kasih sayang dan dedikasi seorang ayah untuk putrinya.
"Itu karya terakhir dari almarhum ayah klien kami. Jadi jangan membawa narasi ini ke arah pertarungan narasi yang tidak bijak," lanjutnya.
Lebih lanjut, tim kuasa hukum melayangkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang dinilai sengaja menggiring opini publik secara tidak proporsional.
Menurutnya, serangan verbal maupun narasi negatif yang terus menyudutkan Sarwendah berpotensi mengganggu kesehatan mental anak-anak.
Pihaknya pun meminta agar seluruh pihak berfokus pada ranah hukum yang sedang berjalan, khususnya terkait substansi hak asuh anak dan harta gono-gini, tanpa harus menyeret kenangan mendiang orang tua.
"Semakin ibunya anak-anak ini dipojokkan dan disakiti, anak-anak pasti akan membela ibunya. Jadi tolong sudahi penggiringan opini yang tidak pas," pungkas Chris.