Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:40 WIB
Jakarta, VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan tingkat kemiskinan terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia pada Maret 2026, dengan angka penurunan 0,43 juta menjadi 22,93 juta, dari semula 23,36 juta orang pada September 2025.
Baca Juga
"Jika dibandingkan dengan September 2025 penurunan tingkat kemiskinan terjadi di semua wilayah di Indonesia, penurunan paling dalam terjadi di pulau Jawa yaitu turun sebesar 0,21 persen poin," ucap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud di Jakarta, Rabu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan wilayah, Pulau Jawa masih menjadi kawasan dengan konsentrasi penduduk miskin terbesar, yakni mencapai 12,02 juta orang atau 52,42 persen dari total penduduk miskin Indonesia.
Baca Juga
Sementara itu, Pulau Kalimantan mencatat jumlah penduduk miskin paling sedikit dengan 870 ribu orang atau sekitar 3,79 persen dari keseluruhan penduduk miskin nasional.
Secara nasional, tingkat kemiskinan pada Maret 2026 tercatat sebesar 8,07 persen, turun dibandingkan kondisi September 2025 yang sebesar 8,25 persen.
Baca Juga
Penurunan tersebut sejalan dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin dari 23,36 juta orang pada September 2025 menjadi 22,93 juta orang pada Maret 2026 atau turun sekitar 430 ribu orang.
BPS juga mencatat garis kemiskinan nasional pada Maret 2026 sebesar Rp669.235 per kapita per bulan, yang meningkat 4,33 persen dibandingkan September 2025 yang tercatat sebesar Rp641.443 per kapita per bulan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan wilayah tempat tinggal, tingkat kemiskinan di perdesaan masih lebih tinggi dibandingkan perkotaan, dengan tingkat kemiskinan di perdesaan tercatat sebesar 10,67 persen, sedangkan di perkotaan sebesar 6,34 persen pada Maret 2026.
Dari sisi kedalaman kemiskinan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) pada Maret 2026 menunjukkan penurunan di wilayah perkotaan, namun meningkat di wilayah perdesaan. Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami penurunan di wilayah perkotaan, tetapi meningkat di perdesaan. (Ant)
Iklim Bisnis dan Prospek Manufaktur Masih Ekspansif di Kuartal II-2026, BPS Beberkan Datanya
Edy BPS mengatakan nilai IKBM yang berada di atas angka 50 menunjukkan kondisi dan prospek bisnis industri manufaktur pada kuartal II-2026 masih berada pada fase ekspansi
VIVA.co.id
5 Agustus 2026