Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 30 negara dengan lebih dari 30.000 personel, 31 kapal permukaan, lima kapal selam, dan lebih dari 190 pesawat mengikuti latihan militer multinasional Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 di dalam dan sekitar Hawaii selama beberapa pekan terakhir.
Commander Combined Task Force (CCTF) RIMPAC 2026, Vice Admiral Jeffrey T. Jablon dalam pengarahan media virtual yang diikuti ANTARA di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa RIMPAC 2026 yang dimulai pada 24 Juni, telah memasuki pekan terakhir pelaksanaannya dan akan berakhir pada 31 Juli.
“Selama beberapa minggu terakhir, kami telah mempertemukan 30 negara, lebih dari 30.000 personel, 31 kapal permukaan, lima kapal selam, dan lebih dari 190 pesawat untuk berlatih bersama di dan sekitar Hawaii,” kata Jablon.
Jablon mengatakan tema RIMPAC 2026 adalah “Partners Integrated and Prepared” (Mitra yang Terintegrasi dan Siap). Menurut dia, tema tersebut mencerminkan tujuan utama latihan, termasuk membangun kemampuan manuver, penggunaan kekuatan maritim, serta komando dan kendali gabungan dalam formasi multinasional.
Selama latihan militer tersebut, negara-negara peserta melaksanakan lebih dari 500 kegiatan latihan maritim, lebih dari 2.400 sorti penerbangan, dan merespons lebih dari 5.000 skenario permasalahan berbasis latihan.
Skenario-skenario realistis tersebut, lanjutnya, memperkuat kesiapan gabungan di ranah maritim, udara, siber, dan amfibi.
“Kami melihat peningkatan interoperabilitas yang nyata, termasuk operasi maritim terkoordinasi, logistik terintegrasi, serta peningkatan praktik berbagi informasi yang memungkinkan koalisi ini beroperasi sebagai satu kekuatan yang terpadu dan mumpuni,” ujarnya.
Selain latihan tempur dan operasi gabungan, RIMPAC 2026 juga mencakup latihan bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana atau HADR.
Kegiatan tersebut melibatkan kekuatan militer, mitra antar lembaga, organisasi non-pemerintah, serta pengamat internasional untuk melatih penanganan korban dalam jumlah besar, triase medis, koordinasi logistik, dan pengiriman bantuan secara cepat.
RIMPAC 2026 juga diwarnai keterlibatan Jepang yang telah berpartisipasi dalam latihan tersebut sejak 1980. Hadir pada kesempatan yang sama, Vice Commander Combined Task Force, Rear Admiral Takuo Kobayashi mengatakan setiap pelaksanaan RIMPAC memberikan kesempatan penting bagi Jepang untuk meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan kemampuan operasi bersama mitra, termasuk Korea Selatan.
“Jepang telah berpartisipasi dalam latihan RIMPAC sejak tahun 1980, dan setiap latihan memberikan kesempatan penting bagi kami untuk meningkatkan cara kami berkomunikasi, berkoordinasi, dan beroperasi bersama para mitra, seperti Korea,” kata Kobayashi.
Combined Forces Maritime Component Commander (CFMCC), Rear Admiral Kim In-ho mengatakan tujuan utama RIMPAC adalah menyatukan seluruh negara peserta sebagai satu tim.
Dalam ajang RIMPAC 2026 tersebut, Korea Selatan juga mengambil peran kepemimpinan dalam Combined Force Maritime Component untuk pertama kalinya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sebanyak 30 negara ikut RIMPAC 2026, libatkan 30.000 personel
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.