Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak 25 dosen dari berbagai fakultas di Universitas Brawijaya (UB) diberangkatkan sebagai Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi ke Klamono dan Segun, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya dan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada 31 Juli 2026.

"Tim yang akan diberangkatkan ini akan dibagi untuk dua lokasi utama, yakni 20 orang di Papua Barat Daya (Klamono dan Segun) dan lima orang di Sulawesi Barat (Mamuju)," kata Ketua tim Universitas Brawijaya untuk Tim Ekspedisi Patriot 2026, Taufiq Ismail di gedung rektorat kampus tersebut di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.

Para dosen yang tergabung sebagai Tim Ekspedisi Patriot 2026 ini berasal dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Peternakan, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Fakultas Ilmu Budaya.

Berdasarkan laman Kementerian Transmigrasi, Tim Ekspedisi Patriot merupakan upaya sistematis dalam pelaksanaan riset, kejadian, dan pendampingan di kawasan transmigrasi untuk mendukung perencanaan, pembangunan, dan pengembangan berkelanjutan.

Taufik menyampaikan tim dari UB akan melaksanakan pengembangan pada beberapa bidang, yakni pangan, pengelolaan hasil sumber daya, kesehatan, pendidikan, dan literasi masyarakat.

Setiap hal yang menjadi fokus merupakan bagian dari pondasi sosial kemasyarakatan sehingga pengembangannya harus dipastikan berkelanjutan.

Ia mencontohkan, untuk bidang kesehatan memiliki berbagai fokus, di antaranya penyediaan air bersih hingga menekan prevelensi penyakit malaria.

"Teman-teman bisa mengintervensi hal yang sangat dasar di lokasi dan akan akan ada kelembagaan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, hingga optimalisasi produksi," ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Rektor III UB Dr Setiawan Noerdajasakti menyampaikan Tim Ekspedisi Patriot memperkuat posisi kampus setempat dalam menghadirkan dampak bagi seluruh masyarakat.

Dia menegaskan kepada seluruh dosen yang menjadi bagian Tim Ekspedisi Patriot supaya mempersiapkan diri semaksimal mungkin, khusus fisik dan mental sehingga bisa melaksanakan tugas dengan baik.

"UB sebagai kampus inklusif juga dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas," kata Setiawan.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.