Jakarta (ANTARA) - SciencePreneur mengenalkan Mangrovita sebagai inovasi pangan berbasis mangrove kepada Pelajar SMA Bakti Mulya 400 Jakarta.

Inovasi tersebut diperkenalkan SciencePreneur melalui kegiatan Roadshow SciencePreneur di SMA Bakti Mulya 400 Jakarta, Jumat (21/8) yang mengajak para siswa melihat hubungan yang lebih dekat antara sains, riset, inovasi, dan kewirausahaan.

Founder dan CEO SciencePreneur, Kholis Abdurrahim Audah  dalam keterangannya, Minggu mengatakan berbagi pengalaman sekaligus memperkenalkan sejumlah contoh inovasi yang dikembangkan melalui pendekatan riset.

Kholis mendorong siswa untuk tidak memandang ilmu pengetahuan hanya sebagai materi pelajaran yang harus dikuasai untuk mendapatkan nilai akademik. Menurutnya, sains dapat menjadi bekal untuk memahami persoalan, mencari jawaban, menciptakan teknologi, hingga melahirkan produk yang memberikan nilai tambah.

Generasi muda, kata dia, perlu dibiasakan memiliki rasa ingin tahu dan keberanian untuk mencoba. Sebab, banyak inovasi justru berawal dari pertanyaan sederhana terhadap sesuatu yang ada di lingkungan sekitar.

Dari Mangrove Menjadi Produk Minuman

Salah satu inovasi yang dikenalkan kepada siswa dalam kegiatan tersebut adalah Mangrovita, produk berbasis pemanfaatan mangrove yang dikembangkan melalui riset dan inovasi.

Para siswa diperkenalkan dengan jus berbahan buah mangrove serta minuman seduh dari daun mangrove yang dikembangkan menggunakan merek Mangrovita.

Pengenalan tersebut menjadi contoh konkret bahwa sumber daya lokal dapat menjadi inspirasi untuk menghasilkan produk bernilai tambah apabila dikembangkan melalui proses penelitian dan pengolahan yang tepat.

Mangrove selama ini dikenal terutama karena perannya dalam menjaga ekosistem pesisir, melindungi wilayah pantai, dan menjadi habitat berbagai jenis biota.

Melalui pendekatan SciencePreneur, potensi mangrove juga dilihat dari sisi lain, yakni bagaimana bagian tertentu dari tanaman tersebut dapat diteliti dan dikembangkan menjadi produk pangan.

Namun, pemanfaatan sumber daya alam tetap harus dilakukan secara bertanggung jawab. Pengembangan produk berbasis mangrove perlu memperhatikan aspek keberlanjutan agar tidak mengganggu fungsi ekologis dan kelestarian ekosistem pesisir.

Yang menarik, pengembangan Mangrovita tidak berhenti sebagai gagasan atau prototipe. Produk Mangrovita telah memiliki sertifikasi BPOM dan sertifikasi halal.

Legalitas dan sertifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah inovasi pangan menuju produk yang dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.

Selain itu, Kholis Audah sebagai penemu Mangrovita juga mendapatkan Award dari BPOM sebagai inovator bidang pangan.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap upaya pengembangan inovasi pangan berbasis riset yang dilakukan Kholis bersama SciencePreneur.

Bagi para siswa, perjalanan Mangrovita memberikan gambaran bahwa menghasilkan inovasi membutuhkan proses yang panjang. Sebuah ide perlu melewati tahapan pengamatan, penelitian, eksperimen, pengembangan produk, pengujian, pemenuhan standar, hingga akhirnya dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi.

Kisah tersebut juga menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus berangkat dari teknologi yang rumit. Potensi yang ada di lingkungan sekitar pun dapat menjadi sumber inspirasi ketika didekati dengan ilmu pengetahuan dan kreativitas.

SciencePreneur, Startup Riset dan Inovasi

Dalam kesempatan yang sama, Kholis juga memperkenalkan SciencePreneur sebagai salah satu startup yang bergerak di bidang riset dan inovasi.

SciencePreneur hadir dengan pendekatan yang berupaya menjembatani dunia sains dan penelitian dengan kebutuhan masyarakat serta peluang kewirausahaan.

Kehadiran startup berbasis riset dinilai penting karena hasil penelitian sering kali membutuhkan proses lanjutan agar dapat diterapkan dan memberikan dampak yang lebih luas.

Sebuah temuan tidak cukup hanya berhenti dalam bentuk laporan penelitian atau prototipe. Dibutuhkan pengembangan, pengujian, produksi, strategi bisnis, pemasaran, hingga kemampuan membaca kebutuhan masyarakat agar inovasi dapat benar-benar digunakan.

Karena itu, startup seperti SciencePreneur semestinya mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Dukungan pemerintah diperlukan untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi, termasuk melalui akses pembiayaan, fasilitas penelitian dan pengembangan, pendampingan, perlindungan serta penguatan kekayaan intelektual, pengembangan produk, hingga akses pasar.

Penguatan ekosistem tersebut penting agar semakin banyak inovasi yang lahir dari peneliti dan anak muda Indonesia dapat berkembang menjadi produk nyata.

Dengan dukungan yang tepat, startup berbasis riset juga berpotensi menjadi jembatan antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, pemerintah, dan masyarakat.

Ketika Sains Bertemu Kewirausahaan

SciencePreneur membawa gagasan bahwa sains dan kewirausahaan dapat berjalan beriringan.

Ketika sebuah hasil penelitian hendak dikembangkan menjadi produk, dibutuhkan kemampuan untuk memahami kebutuhan konsumen, membangun merek, mengembangkan desain dan kemasan, menyusun strategi pemasaran, hingga membangun model bisnis yang berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Mangrovita menjadi contoh bagaimana sebuah potensi lokal dapat melewati proses panjang dari penelitian hingga menjadi produk.

Bagi siswa SMA Bakti Mulya 400 Jakarta, pengalaman tersebut dapat memberikan perspektif bahwa belajar sains memiliki ruang yang jauh lebih luas daripada sekadar memahami teori.

Sains dapat menjadi dasar untuk menciptakan sesuatu. Riset dapat menjadi jalan untuk menemukan jawaban.

Sementara kewirausahaan dapat menjadi sarana agar inovasi tersebut memiliki nilai tambah dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Mengajak Gen Z Menjadi Pencipta
Roadshow SciencePreneur juga menjadi bagian dari upaya membangun cara berpikir generasi muda agar tidak takut bertanya dan mencoba.

Kholis mengajak siswa untuk mulai memperhatikan berbagai persoalan sederhana di lingkungan sekitar. Dari persoalan tersebut, siswa dapat menyusun pertanyaan, mencari informasi, melakukan eksperimen, dan secara perlahan menemukan solusi.

Cara berpikir semacam ini penting bagi generasi muda yang akan menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang semakin cepat.

Anak muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka juga perlu dipersiapkan untuk menjadi pencipta, peneliti, inovator, dan entrepreneur.

Semangat tersebut dirangkum melalui pendekatan SciencePreneur: belajar untuk memahami, meneliti untuk menemukan, berinovasi untuk menciptakan, dan berwirausaha untuk memberikan nilai tambah.

Dari Sekolah untuk Masa Depan Inovasi Indonesia

Roadshow di SMA Bakti Mulya 400 Jakarta diharapkan dapat membuka wawasan siswa mengenai pentingnya sains dan inovasi dalam kehidupan.

Pengenalan Mangrovita menjadi contoh sederhana bahwa sebuah inovasi dapat berangkat dari potensi yang ada di sekitar. Dengan penelitian, kreativitas, teknologi, dan keberanian untuk mencoba, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai sosial maupun ekonomi.

Pada saat yang sama, perjalanan Mangrovita yang telah memperoleh sertifikasi BPOM dan halal serta penghargaan BPOM bagi Kholis sebagai inovator bidang pangan menunjukkan pentingnya proses panjang dalam membawa inovasi dari gagasan menuju produk.

Bagi Indonesia, pengembangan inovasi semacam ini membutuhkan ekosistem yang tidak hanya mendorong orang untuk meneliti, tetapi juga membantu hasil penelitian agar dapat berkembang dan dimanfaatkan masyarakat.

Karena itu, perhatian pemerintah terhadap startup riset dan inovasi seperti SciencePreneur menjadi penting. Dukungan yang kuat diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi inovator untuk mengembangkan produk, menciptakan lapangan usaha, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Sementara bagi generasi muda, pesan yang dibawa dari kegiatan tersebut sederhana: jangan hanya bertanya apa yang sudah diciptakan orang lain, tetapi mulai bertanya apa yang bisa kita ciptakan dari apa yang ada di sekitar kita.

Dari ruang kelas, rasa ingin tahu dapat tumbuh. Dari penelitian, gagasan dapat ditemukan. Dan dari keberanian untuk mencoba, sebuah inovasi bisa lahir dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.