Senin, 24 Agustus 2026, 18:44 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Penceramah Sugi Nur Raharja atau yang akrab disapa Gus Nur mengungkapkan bahwa nilai sayembara terkait keabsahan ijazah Gibran Rakabuming Raka kini telah menembus angka lebih dari Rp1 miliar.
Gus Nur menjelaskan, sayembara ini pada awalnya digaungkan oleh pakar hukum tata negara, Denny Indrayana, dengan nilai Rp100 juta. Namun, angka tersebut melonjak setelah muncul pihak yang menantang dan meremehkan nominal awal.
"Dulu di awal-awal sayembara dikeluarkan oleh Denny Indrayana masih Rp100 juta, lalu Termul dengan congkaknya bilang: 'kalau cuma Rp100 juta buat apa? Rp1 miliar dong'," ungkap Gus Nur.
Meskipun nilai sayembara kini menyentuh angka fantastis, Gus Nur menekankan bahwa inti dari permasalahan ini bukanlah soal uang.
Menurutnya, isu ini sangat krusial karena menyangkut keabsahan dokumen administrasi yang digunakan seseorang untuk mendapatkan akses dan legitimasi terhadap kekuasaan.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Nur juga melontarkan kritik tajam kepada pihak-pihak yang ia nilai selalu membela penguasa. Ia mengibaratkan para pembela tersebut sebagai "londo ireng" atau penjilat.
Menurutnya, fenomena banyaknya tokoh, termasuk dari kalangan pemuka agama yang merapat ke lingkaran kekuasaan, bukanlah hal yang mengejutkan. Ia bahkan menyamakan situasi ini dengan era Firaun.
"Firaun saja ada penjilat, ada londo irengnya, ada penyembahnya. Apalagi penguasa yang banyak duitnya. Makanya tidak kaget banyak londo ireng, penjilat, gus, kiai, habib banyak penjilat itu tidak kaget, karena negara ini sudah dicabut berkahnya," tegas Gus Nur.
Sebagai penutup, ia juga menyoroti respons dari pihak yang bersangkutan. Gus Nur menyebut bahwa ayah dan anak di pusat kekuasaan selalu memberikan alasan atau jawaban yang sama setiap kali persoalan ijazah ini kembali dipertanyakan oleh publik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat