Bengkayang (ANTARA) - Sebanyak 30 personel atau satu pleton Brigade Mobil (Brimob) Polri tiba di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, untuk memperkuat jajaran Polres Bengkayang dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Puluhan personel tersebut merupakan satu pleton Bawah Kendali Operasi (BKO) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Aman Nusa II Penanganan Karhutla di wilayah Kalbar.
“Selamat datang di Bumi Sebalo. Kehadiran rekan-rekan Brimob tentunya akan memperkuat kita bersama dalam menghadapi dan menangani karhutla di wilayah Kabupaten Bengkayang,” kata Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab saat menyambut Kedatangan personel BKO Brimob di halaman Mapolsek Sungai Raya, Rabu.
Dia mengatakan 30 personel tersebut akan ditempatkan di tiga rayon wilayah hukum Polres Bengkayang. Penempatan itu dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mempercepat respons apabila ditemukan titik api maupun terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Sebanyak lima personel ditempatkan di Rayon I yang meliputi Kecamatan Bengkayang, Lumar, Teriak, Sungai Betung dan Suti Semarang.
Kemudian, 15 personel ditempatkan di Rayon II yang mencakup Kecamatan Sungai Raya, Sungai Raya Kepulauan, Capkala, Monterado, Lembah Bawang dan Samalantan.
Sementara 10 personel lainnya ditempatkan di Rayon III yang meliputi Kecamatan Ledo, Tujuh Belas, Sanggau Ledo, Siding, Seluas dan Jagoi Babang.
“Kita akan bersama-sama melakukan penanganan karhutla dan pemadaman api. Dengan adanya tambahan personel ini, respons di lapangan diharapkan bisa semakin cepat,” ujarnya.
Menurut dia, personel Brimob tidak hanya dilibatkan dalam pemadaman ketika terjadi kebakaran, tetapi juga memperkuat patroli bersama dan berbagai upaya pencegahan untuk mengantisipasi meluasnya karhutla.
Selain itu, personel BKO Brimob juga akan mendukung upaya penegakan hukum apabila dalam penanganan karhutla ditemukan adanya dugaan tindak pidana.
Dia menegaskan penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, baik dalam upaya pencegahan, pemadaman maupun penegakan hukum.
“Kita harus bergerak bersama. Pencegahan tetap menjadi langkah utama, namun ketika terjadi kebakaran, seluruh personel dan unsur terkait harus siap bergerak cepat untuk melakukan penanganan,” katanya.
Pewarta: Narwati
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.