Kota Jambi (ANTARA) - Satuan tugas (satgas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Provinsi Jambi Rabu (12/8) siang masih berjibaku melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan gambut yang terjadi di tiga titik di wilayah tersebut.
Pelaksana harian komandan satgas karhutla Provinsi Jambi Brigjen TNI Nyamin memastikan pihaknya terus berupaya melakukan upaya pengendalian kebakaran.
"Untuk kondisi sekarang sudah pendinginan, sebetulnya kemarin sudah pendinginan tapi memang masih ada sedikit yang masih ada muncul api di Sungai Gelam memang harus sabar kita melawan gambut itu," kata Danrem 042 Garuda Putih di Jambi, Rabu.
Menurut dia, meski sejumlah titik utama telah memasuki tahap pendinginan, perjuangan memadamkan api di lahan gambut di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi telah berlangsung selama tujuh hari.
Saat ini proses pemadaman masih berlangsung dan membutuhkan waktu, mengingat lokasi tersebut merupakan wilayah gambut dalam.
Berdasarkan hitungan sementara, lahan yang terbakar di wilayah tersebut ditaksir mencapai 50 hektare. Namun angka itu belum bersifat final, karena karena tim masih melakukan upaya pemadaman.
Selain di Kabupaten Muaro Jambi, satgas saat ini masih melakukan upaya pemadaman kebakaran di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Diperkirakan untuk dua daerah itu, proses pemadaman dan pendinginan bisa dituntaskan hari ini, karena lahan yang terbakar tidak terlalu luas.
Ia memastikan, keterlibatan tim gabungan dari personel TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga regu pemadam dari perusahaan swasta di sekitar lokasi, dan dukungan posko karhutla yang telah menyebar di 81 titik, menjadi bukti keseriusan pemerintah mencegah kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi.
Menghadapi musim kemarau tahun ini, dia meminta kepada masyarakat menahan diri, tidak membakar lahan, karena kondisi musim kemarau tahun ini dinilai jauh lebih ekstrem dibanding sebelumnya.
Nyamin menilai, kebakaran lahan memiliki dampak luas bagi sektor ekonomi, kesehatan dan lingkungan.
Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar bencana kebakaran bisa ditekan.
"Yang terbakar bukan hanya semak belukar, tetapi kebun yang sudah ditanami sawit, merepotkan banyak orang, akhirnya harus mengerahkan personel memadamkan api. Makannya masyarakat harus waspada dan hati-hati apalagi musim sekarang beda dengan biasanya," tutupnya.
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.