Jambi (ANTARA) - Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi memberikan edukasi pencegahan dan penanganan kebakaran lahan gambut kepada mahasiswa lintas perguruan tinggi.
Edukasi dilakukan saat pembelajaran lapangan di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Parit Culum, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu.
Kegiatan diinisiasi PT Wirakarya Sakti (PT WKS) unit usaha APP Group bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komda Jambi itu melibatkan 20 mahasiswa dari Universitas Jambi (UNJA), Universitas Muhammadiyah Jambi, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi.
Dalam kesempatan tersebut, disaksikan langsung Ketua Satgas Karhutla sekaligus Gubernur Jambi Al Haris bersama Komandan Korem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin.
Al Haris dan Brigjen TNI Nyamin berdialog dengan mahasiswa mengenai pentingnya pencegahan, kesiapsiagaan, serta kolaborasi berbagai pihak dalam menghadapi karhutla.
Mahasiswa juga diajak melihat langsung tantangan penanganan kebakaran, khususnya pada ekosistem gambut.
Didampingi Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT WKS, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik kebakaran di lahan gambut serta pengenalan peralatan pemadaman seperti pompa, selang, dan nozzle.
Sebagai bagian pembelajaran, mahasiswa juga diberi kesempatan membantu proses pemadaman secara terbatas di bawah arahan personel RPK.
Pengalaman itu memberikan gambaran langsung mengenai kompleksitas penanganan kebakaran gambut.
Fadly, mahasiswa Jurusan Kehutanan UNJA, mengatakan pengalaman di lapangan membuatnya semakin memahami dampak karhutla terhadap masyarakat.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi di lapangan. Kebakaran di lahan gambut ternyata tidak mudah ditangani," katanya.
Dampak asapnya juga terasa hingga ke kota. Pengalaman ini membuat kami semakin memahami bahwa pencegahan sangat penting agar kebakaran seperti ini tidak semakin meluas.
Hal senada juga disampaikan Rahman mahasiswa UIN Jambi menilai kegiatan tersebut menjadi pembelajaran penting mengenai kesiapsiagaan.
“Bagi kami, ini pengalaman luar biasa karena bisa melihat langsung kondisi kebakaran di lahan gambut dan ikut membantu proses pemadaman. Dari sini kami semakin memahami bahwa pencegahan dan kesiapsiagaan sangat penting,” kata Rahman.
Sementara mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jambi Septi menambahkan kegiatan lapangan melengkapi pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah.
“Pengalaman seperti ini membuat kami lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Kepala Humas PT WKS sekaligus Ketua APHI Komda Jambi Taufik Qurochman mengatakan keterlibatan mahasiswa merupakan upaya memperluas pemahaman generasi muda tentang karhutla.
“Mahasiswa adalah bagian penting dari agen perubahan. Melalui pembelajaran lapangan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk memahami secara langsung kompleksitas pencegahan dan penanganan karhutla, termasuk tantangan di lahan gambut,” ujar Taufik.
Menurutnya, pengendalian karhutla mencakup edukasi, pencegahan, pemantauan, kesiapsiagaan, hingga penanganan di lapangan. Karena itu kolaborasi pemerintah, TNI, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PT WKS dan APHI Komda Jambi bersama perguruan tinggi untuk memperluas edukasi karhutla serta mendorong generasi muda berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sejak dini.
Pewarta: Rilis
Editor : Nanang Mairiadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.