Ternate (ANTARA) - Dolabololo merupakan sastra lisan berupa pesan, kata-kata mutiara, yang dilukiskan dalam bahasa ternate kiasan. Dolabololo ini digunakan sejak era kerajaan saat acara lamaran, upacara perkawinan, upacara adat. Termasuk digunakan oleh orang tua saat memberikan nasehat kepada keluarga, maupun interaksi antar masyarakat.
Guru Budaya dari Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Farida A. Syah, menyampaikan sebagai bagian dari tradisi lisan, Dolabololo merupakan bagian integral dari kebudayaan lokal. Ia telah menjadi warisan adat, kebiasaan, nilai, identitas dan simbol-simbol budaya lokal masyarakat Maluku Utara.
“Tradisi lisan ini memiliki beberapa fungsi yang dapat direvitalisasi untuk mengantisasipasi dampak negatif dari perubahan masyarakat modern Ternate,” ungkap Farida dilansir dari laman Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum (Kemenkum), Minggu (25/10/2026).
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkum Malut, Topan Sopuan dalam keterangannya menyampaikan bahwa sastra lisan Dolabololo Ternate telah dilindungi negara sebagai kekayaan intelektual komunal kategori ekspresi budaya tradisional yang telah hidup di dalam masyarakat sejak dahulu kala secara turun temurun.
Topan menambahkan bahwa pelindungan ekspresi budaya tradisional bertujuan untuk menjaga identitas dan martabat bangsa, dan melestarikan warisan budaya untuk generasi mendatang.
“Pelindungan kekayaan intelektual komunal ini penting untuk melestarikan kebiasaan masyarakat yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang harus diwarisi oleh generasi mendatang,” ungkap Topan.
Senada, Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Rian Arvin mengajak sinergi pemerintah daerah, komunitas masyarakat, media, kampus, dan seluruh pihak untuk bersama-sama mencatatkan potensi kekayaan intelektual komunal seperti ekspresi budaya, pengetahuan tradisional, potensi indikasi geografis, indikasi asal, dan lainnya.
“Masyarakat Maluku Utara memiliki tradisi budaya yang telah ada sejak dulu dan diwariskan secara turun temurun oleh generasi penerus. Tugas kita untuk tetap melestarikan budaya tersebut melalui pelindungan kekayaan intelektual,” ungkapnya.
Adapun Dolabololo merupakan sastra lisan yang sebagian syairnya berisi pesan-pesan rakyat Ternate kepada Sultan dalam melaksanakan kewajibannya sebagai kepala negara, kepala pemerintahan, dan pewaris adat leluhur suku bangsa Ternate. Dola bololo terdiri atas dua jenis, yaitu dalil tifa yang berisi pemikiran akal praktis karena syair-syair yang ada di dalamnya merupakan penjabaran dari Hadits; dan dalil moro yang berisi pemikiran akal teoretis karena merupakan penjabaran dari nilai-nilai dan ajaranajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Nilai-nilai universal dari sastra lisan Dolabololo sangat relevan dengan berbagai tantangan dan dinamika, serta menjadi landasan tradisi bagi generasi penerus bangsa di tengah zaman yang terus berubah.
Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.