Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Tim SAR gabungan belum menemukan Angga Kurniawan (31), nelayan pencari gurita yang hilang di perairan Pantai Ngalur, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, hingga pencarian hari kedua pada Jumat, akibat kendala gelombang tinggi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung Achmad Mugiyono mengatakan, operasi pencarian melibatkan Basarnas, BPBD, Polairud, TNI AL, dan relawan dengan membagi personel untuk menyisir laut serta memantau kawasan daratan.
"Penyisiran masih difokuskan di perairan Pantai Ngalur. Tim kami bagi menjadi dua untuk melakukan pemantauan di darat dan penyisiran jalur laut," katanya.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 15 personel disiagakan untuk mencari korban. Tim yang melakukan penyisiran laut menggunakan satu unit perahu yang disiapkan Basarnas Trenggalek.
Petugas melakukan penyisiran hingga radius sekitar empat kilometer dari lokasi korban dilaporkan terjatuh ke laut.
Namun, gelombang tinggi di perairan pantai selatan menjadi kendala bagi tim dalam menjangkau area pencarian.
"Kendalanya ombak besar yang akhir-akhir ini terjadi di pantai selatan. Namun, tim tetap berupaya mencari keberadaan korban," kata Mugiyono.
Operasi pencarian pada Jumat berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Karena korban belum ditemukan, tim SAR gabungan berencana melanjutkan pencarian pada hari ketiga, Sabtu (17/10).
Mugiyono menambahkan adik korban, Fauzi, dalam kondisi sehat meskipun mengalami syok setelah kejadian tersebut.
Berdasarkan keterangannya, Fauzi menggunakan perahu berbeda sehingga tidak ikut terhempas ombak.
"Sesuai keterangan Fauzi, perahu yang dipakainya tidak terhempas, namun karena ombak yang tinggi, dia tidak berani menolong kakaknya," ujarnya.
Sebelumnya, Angga dilaporkan hilang setelah perahu sampan yang ditumpanginya terbalik diterjang ombak besar di perairan Pantai Ngalur, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, pada Kamis (15/10).
Saat kejadian, Angga dan Fauzi sedang mencari gurita di perairan tersebut.
Dalam pencarian awal, petugas menemukan perahu dan dayung yang digunakan korban di sekitar Pantai Sanggar.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.