Selular.ID – Samsung Electronics mencatat peningkatan penggunaan fitur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada perangkat Galaxy foldable generasi terbaru di kawasan Asia Tenggara dan Oseania.

Dalam sesi diskusi bersama media usai peluncuran Galaxy Z8 Series di ajang Galaxy Unpacked di London, Inggris, Samsung mengungkapkan bahwa tingkat penggunaan AI oleh pengguna Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7 meningkat dari 84% pada Agustus 2025 menjadi 96% pada Juni 2026.

Pada periode yang sama, penjualan seri Galaxy Z generasi terbaru di kawasan tersebut juga naik hampir 15% dibandingkan generasi sebelumnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa perangkat lipat kini semakin banyak dimanfaatkan sebagai sarana utama untuk mengakses berbagai layanan AI dalam aktivitas sehari-hari.

Samsung menilai perubahan ini sejalan dengan meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap pengalaman mobile yang lebih personal, produktif, dan terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Dalam diskusi tersebut hadir Won-Joon Choi, President & Chief Operating Officer (COO) Mobile eXperience (MX) Business sekaligus Head of R&D Office Samsung Electronics, CU Kim, President & CEO Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, serta Carl Nordenberg, Vice President & Regional Head of Mobile eXperience Business Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania.

Ketiganya membahas perkembangan adopsi AI di kawasan Asia Tenggara dan Oseania serta arah pengembangan pengalaman mobile berbasis AI yang tengah disiapkan Samsung.

Menurut CU Kim, pertumbuhan penjualan Galaxy Z Series mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap smartphone foldable.

Bersamaan dengan itu, penggunaan Galaxy AI juga mengalami peningkatan signifikan di kawasan Asia Tenggara dan Oseania.

“Fase berikutnya dari AI bukan lagi tentang menghadirkan lebih banyak fitur, melainkan menghadirkan pengalaman yang semakin relevan bagi setiap pengguna,” ujar CU Kim.

Ia menjelaskan bahwa integrasi Galaxy AI ke dalam berbagai perangkat Galaxy dan ekosistem Samsung memungkinkan layanan AI memahami kebutuhan pengguna secara lebih baik sehingga dapat menghadirkan pengalaman yang semakin personal.

Samsung juga menyebut Galaxy AI kini mendukung 22 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Dukungan bahasa lokal tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas akses AI sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih relevan bagi pengguna di berbagai negara.

Dalam paparannya, CU Kim menambahkan bahwa smartphone kini telah menjadi perangkat utama masyarakat Asia Tenggara dan Oseania dalam memanfaatkan AI.

Karena itu, pengembangan pengalaman mobile AI akan terus menjadi salah satu fokus utama Samsung pada generasi perangkat berikutnya.

Data penggunaan yang disampaikan Samsung menunjukkan sejumlah fitur Galaxy AI menjadi yang paling sering dimanfaatkan pengguna.

Beberapa di antaranya adalah Circle to Search, yang memungkinkan pencarian informasi langsung dari objek di layar, Now Brief, yang menyajikan ringkasan informasi secara kontekstual, serta Photo Assist, fitur berbasis AI yang membantu proses penyuntingan foto.

Samsung menilai penggunaan fitur-fitur tersebut memperlihatkan bahwa AI tidak lagi hanya digunakan sebagai fitur tambahan, tetapi mulai menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna, mulai dari mencari informasi, meningkatkan produktivitas, hingga mengolah konten visual.

Sementara itu, Won-Joon Choi menjelaskan bahwa pengembangan mobile AI ke depan akan lebih menitikberatkan pada pengalaman yang intuitif sehingga teknologi dapat bekerja tanpa mengganggu aktivitas pengguna.

“Dari perspektif konsumen, tidak ada satu AI yang cocok untuk semua orang. Karena itu, kami membangun Galaxy AI sebagai sebuah platform yang memungkinkan berbagai AI agent bekerja secara bersamaan, sehingga pengguna dapat memilih AI yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka di setiap situasi,” kata Won-Joon Choi.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui Galaxy Z8 Series yang dipadukan dengan One UI 9.

Samsung menghadirkan pengalaman agentic AI, yaitu sistem yang memungkinkan beberapa AI agent bekerja secara terintegrasi pada tingkat sistem operasi.

Melalui pendekatan ini, AI dapat berinteraksi secara lebih mulus dengan berbagai aplikasi, layanan, dan fungsi perangkat sehingga pengguna memperoleh pengalaman yang lebih fleksibel.

CU Kim, President & CEO, Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania
CU Kim, President & CEO, Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania

Konsep agentic AI menjadi salah satu arah pengembangan Samsung setelah sebelumnya diperkenalkan pada Galaxy S26 Series.

Dengan integrasi yang lebih dalam pada One UI 9, perusahaan berupaya menghadirkan pengalaman AI yang lebih adaptif sesuai kebutuhan pengguna, bukan sekadar menambah jumlah fitur baru.

Won-Joon Choi juga menegaskan bahwa Samsung terus mengembangkan portofolio perangkat foldable sejak kategori tersebut pertama kali diperkenalkan pada 2019.

Menurutnya, perusahaan memanfaatkan berbagai masukan dari pengguna untuk memahami bagaimana perangkat lipat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga setiap generasi baru dapat menghadirkan pengalaman yang semakin sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Melalui Galaxy Z8 Series, Samsung menghadirkan lebih banyak skenario penggunaan AI untuk mendukung produktivitas, kreativitas, hingga aktivitas komunikasi sehari-hari.

Bersamaan dengan meningkatnya adopsi AI di kawasan Asia Tenggara dan Oseania serta pertumbuhan penjualan perangkat foldable, Samsung menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pengalaman mobile berbasis AI yang semakin personal melalui integrasi perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan Galaxy AI di dalam ekosistem Galaxy.

Baca Juga: Samsung Ungkap Tiga Fitur Andalan Galaxy Z Fold8 Ultra