Manokwari (ANTARA) - Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) menggandeng Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota Manokwari menggelar razia gabungan guna menjaring kendaraan bermotor yang menunggak kewajiban perpajakan.
Kepala UPT Samsat Manokwari Septinus Ullo di Manokwari, Papua Barat, Selasa, mengatakan razia yang diselenggarakan selama satu pekan ke depan bertujuan menekan angka tunggakan pajak kendaraan bermotor.
“Kurang lebih sekitar 4.000 unit kendaraan bermotor yang tunggak pajak, sehingga kami gelar razia gabungan yang melibatkan jajaran Satlantas Manokwari,” kata Septinus.
Menurut dia, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terutama pemilik kendaraan bermotor agar secara proaktif menyelesaikan kewajiban perpajakan, namun belum membuahkan hasil sesuai ekspektasi.
Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Satlantas Manokwari dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Manokwari untuk mengoptimalkan penerimaan pajak kendaraan bermotor melalui kegiatan operasi gabungan yang difokuskan pada kendaraan tunggak pajak.
“Kami sudah lakukan berbagai strategi, misalnya layanan jemput bola. Tapi, sampai sekarang kesadaran wajib pajak masih rendah. Makanya perlu upaya paksa seperti razia ini,” ujarnya.
Dia menjelaskan realisasi pembayaran pajak kendaraan bermotor yang menunggak saat pelaksanaan operasi gabungan pada hari pertama, yakni Senin (27/7) kurang lebih mencapai Rp47 juta, dan diharapkan jumlahnya terus meningkat hingga hari terakhir kegiatan.
Operasi gabungan tersebut tidak hanya berfokus pada pembayaran tunggakan melainkan turut menginformasikan kepada masyarakat untuk memanfaatkan program relaksasi pajak kendaraan bermotor yang berlaku sejak 1 Juli hingga 31 Oktober 2026.
“Nanti setelah operasi selesai, kami akan sampaikan total pembayaran tunggakan pajak kendaraan yang diperoleh selama satu minggu ini,” jelas Ullo.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.