Jakarta -
Berbagai lauk ala rumah makan Sunda prasmanan bisa dinikmati di restoran ini. Kenikmatannya bertambah karena bisa dimakan dengan sambal free refill!
Rumah makan Sunda memang selalu menarik perhatian, terutama jika kamu mencari makan siang yang terjamin enak dan puas. Di perumahan Grand Wisata Bekasi, ada rumah makan dengan konsep tersebut yang bisa disambangi.
Namanya Sambal Wiwitan yang konsepnya prasmanan dengan berbagai macam pilihan lauk. Area makan indoornya cukup luas, terdiri dari dua lantai. Sedangkan area outdoor lebih sedikit, bisa ditempati di dekat pintu masuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begini suasana di dalam area makan Sambal Wiwitan Grand Wisata. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Sebenarnya mereka menawarkan menu paketan juga, tetapi kalau mau puas dan memilih sesuai yang diinginkan, bisa langsung mampir ke meja prasmanan yang ada di sebelah pintu masuk.
Pilihannya sangat beragam, mulai dari berbagai olahan ayam, ikan, daging, dan sate-satean.
| Detail Informasi (Nama Tempat Makan) | |
| Nama Tempat Makan | Sambal Wiwitan cabang Grand Wisata |
| Alamat | Ruko Festive, Boulevard Jl. Grand Wisata No.16 No.7 Blok AA, Lambangsari, Kec. Tambun Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17510 |
| No Telp | 0813-8702-2901 |
| Jam Operasional | Setiap hari 10.00 - 22.00 WIB |
| Estimasi Harga | Mulai dari Rp 7.000 an |
| Tipe Kuliner | Kuliner Sunda Prasmanan |
| Fasilitas |
|
1. Lebih dari 20 lauk prasmanan
Sambal Wiwitan menyediakan lebih dari 20 lauk prasmanan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Di meja prasmanan sudah tersedia etalase kulkas dan juga meja tempat lauk mentah tersedia. Pengunjung bisa ambil sesuai selera.
Lauk pauk hewani juga tersimpan rapi di dalam chiller, dibagi berdasarkan jenisnya. Beberapa lauk seperti ayam, bebek, ikan, juga sudah dimarinasi dengam bumbu ungkep.
Pilihannya mulai dari ayam standar, ayam pejantan, bebek, sate kulit, sate ati ampela, sate udang, sate cumi, iga, empal, berbagai macam jenis ikan, pepes, tahu, tempe, dan masih banyak lagi. Harganya juga masih terjangkau, dibanderol mulai dari Rp 7 ribuan saja.
Setelah pilih, kamu bisa langsung ke meja kasir untuk pembayaran sekaligus memilih apakah lauknya mau dibakar atau digoreng. Khusus untuk iga, hanya bisa dibakar atau diolah menjadi sup.
2. 5 jenis sambal dan 2 jenis nasi free refill
Ada 5 varian sambal yang bisa diambil sepuasnya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Menariknya di Sambal Wiwitan, nasi, sambal, lalapan, dan teh tawar bisa diambil sepuasnya atau free refill.
Pilihan nasinya ada dua yaitu nasi putih dan nasi liwet (Rp 8.000) yang keduanya bebas diambil. Begitu juga dengan sambalnya yang tersedia dalam 5 varian. Mulai dari sambal dadak, sambal tomat, sambal cacah, sambal korek, dan sambal ijo.
Lalapannya tak kalah lengkap. Disusun dalam wadah bakul nasi dengan pilihan, seperti selada, pohpohan, terong ijo, kol, kemangi, hingga leunca.
3. Iga bakar dan ayam goreng yang sedap
Iga bakar yang empuk lembut dengan rasa manis sedap bisa dipesan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
DetikFood mencoba beberapa lauk, salah satunya Iga Bakar (Rp 49.000). Khusus untuk iga bakar disajikan terpisah dalam wadah cobek kecil dan dilengkapi lalapan, seperti selada, tomat, serta irisan jeruk nipis.
Potongan iganya memang tidak begitu besar, tetapi dagingnya cukup banyak. Tekstur dagingnya pun empuk, lembut, bahkan tidak butuh 'effort' untuk melepaskannya dari tulang.
Soal rasa, menurut kami iga bakarnya tergolong nikmat karena tak sekadar manis, tetapi ada sentuhan pedas lada seperti blackpepper yang khas. Perpaduan rasa antara manis dan pedasnya lada juga pas tidak ada yang saling mendominasi. Ada pun sentuhan garing smokey dari proses pembakarannya yang menambah kenikmatan iga ini.
Dimakan begitu saja sudah nikmat tetapi kalau mau ada sedikit sentuhan pedas, bisa dicocol ke sambal cacah yang cenderung manis pedas.
Selain iga bakar, kami juga mencoba ayam goreng. Kami pilih jenis ayam standar (Rp 18.000) yang artinya ayam negeri dengan potongan paha. Ukuran ayamnya cukup besar, dagingnya melimpah dan masih lembut juicy. Ayamnya digoreng dengan pas, tidak sampai terlalu kering. Bumbu ungkep yang dominan gurih asin juga meresap ke dalam ayam.
Untuk lauk ayam goreng, kami menikmatinya dengan sambal korek yang rasa pedasnya cukup 'nyelekit' dan membekas di mulut. Tampaknya kurang cocok dinikmati oleh mereka yang tidak bisa makan pedas. Selain itu, sambal koreknya menurut kami kurang gurih.
4. Pelengkap sate udang, sate kulit, hingga paru
Sate udang dan sate paru bisa dicoba sebagai pelengkap nikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Beberapa macam jenis sate juga kami coba, termasuk sate udang goreng yang satu tusuk isi 3 dibanderol seharga Rp 21.000.
Ukuran udangnya besar-besar dengan daging tebal dan terasa 'fresh'. Meski digoreng dagingnya masih lembut dan rasa manis udang aslinya juga masih tercecap di lidah.
Sate paru goreng juga tak kalah sedap. Satu tusuknya (Rp 13.000) terdiri dari 4 potongan paru yang ukurannya cukup besar. Tipe paru yang digoreng masih agak basah, bukan kering. Teksturnya kenyal empuk dan tidak amis sama sekali. Rasanya cenderung gurih pas.
Kalau suka kulit, jangan lewatkan sate kulitnya yang bisa digoreng atau dibakar. Kami mencoba keduanya. Harganya berbeda antara kulit goreng dan bakar. Kulit goreng dibanderol Rp 9.000 per tusuk sedangkan kulit bakar Rp 10.000 per tusuk
Kulitnya tebal dan digoreng masih agak basah. Tetapi rasanya sangat nikmat, gurih dan kenyal.
Kulit bakarnya juga tak kalah juara. Rasanya mirip seperti iga bakar yang seperti dilumuri saus blackpepper dengan sentuhan rasa manis tipis.
Aneka sate bisa dinikmati bersama sambal dadak yang menurut kami sangat nikmat dan pedas! Rasanya tak sekadar pedas, tetapi ada cita rasa gurih, sedikit asam yang menyegarkan.
5. Tahu bakso hingga kangkung goreng koya mantul
Ada kangkung goreng koya yang rasanya mantul! Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Lauk pelengkap seperti Tahu (Rp 4.000) sampai Tahu Bakso (Rp 4.000) juga bisa dinikmati di sini.
Tahunya lembut dengan cita rasa gurih. Sedangkan tahu baksonya juga tak kalah nikmat, isian baksonya cukup banyak dan kenyal.
Kalau ke Sambal Wiwitan jangan lupa pesan Kangkumg Goreng Koya (Rp 15.000). Olahannya mirip seperti jukut goreng yang digoreng krispi renyah. Menurut kami rasanya sangat nikmat dimakan bersama nasi hangat, terlebih ada taburan bubuk koya yang membuat rasanya semakin gurih.
Aneka minuman juga bisa dipesan, mulai dari Es Ten Tawar (Rp 5.000), Air mineral (Rp 6.000), sampai Es Teler.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video Rekomendasi Kuliner Lumajang: Iga Bakar Jumbo"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)