Pada perdagangan Senin (13/7/2026), IHSG ditutup menguat 1,92% ke level 6.037,8. Penguatan tersebut sekaligus membawa indeks kembali berada di atas level psikologis 6.000 setelah sebelumnya bergerak fluktuatif akibat kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global maupun risiko penurunan peringkat kredit Indonesia.

Baca Juga: IHSG Naik Hampir 2 Persen, Ungguli Bursa Asia yang Mayoritas Terkoreksi

Phintraco Sekuritas menilai keputusan S&P Global mempertahankan rating kredit Indonesia menjadi sentimen utama yang menopang penguatan pasar.

"Sentimen positif berasal dari S&P Global Ratings yang menegaskan peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada BBB dan jangka pendek pada A-2. Prospek peringkat jangka panjang juga tetap dipertahankan stabil. Hal ini direspons positif oleh pasar yang sebelumnya khawatir jika peringkat atau prospek Indonesia diturunkan," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (13/7/2026).

Secara teknikal, Phintraco melihat IHSG telah mengonfirmasi sinyal penguatan setelah berhasil menembus level resistance penting.

"Secara teknikal, IHSG telah breakout di atas level 6.000 serta ditutup di atas level MA5, MA10, dan MA20. Selanjutnya diperkirakan IHSG berpotensi menguji level resistance di kisaran 6.080 hingga 6.120," tulis Phintraco Sekuritas.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati pergerakan nilai tukar rupiah. Hingga penutupan perdagangan Senin (13/7/2026), rupiah di pasar spot masih melemah 0,24% ke level Rp18.109 per USD.

Pelemahan mata uang domestik tersebut dinilai masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi membatasi ruang penguatan pasar saham dalam jangka pendek.

Dari sisi sektoral, saham-saham sektor barang baku menjadi motor utama penguatan dengan kenaikan 2,9%. Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang terkoreksi paling dalam, yakni 0,26%.

Baca Juga: IHSG Masuk Zona Merah, Pasar Tunggu Sinyal Suku Bunga The Fed

Sementara itu, MNC Sekuritas juga memperkirakan tren positif IHSG masih berlanjut pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Perusahaan sekuritas tersebut memproyeksikan indeks berpotensi bergerak menuju area 6.083 hingga 6.254.

Seiring dengan proyeksi tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk strategi perdagangan jangka pendek, yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).