Rusia melaporkan serangan drone besar-besaran Ukraina malam hari di Moskow
Minggu, 20 September 2026 19:25 WIB
Helikopter pemadam kebakaran merespons kebakaran saat asap hitam mengepul dari area kilang minyak Gazprom Neft di Moskow, yang terletak di pinggiran tenggara Moskow, pada 18 Juni 2026, setelah apa yang digambarkan oleh walikota ibu kota Rusia sebagai serangan drone "berskala besar" oleh Ukraina. Moskow menjadi sasaran salah satu serangan drone Ukraina terbesar sejak awal perang, dengan sebuah kilang minyak dihantam dan sekitar 200 drone dicegat saat mendekati ibu kota Rusia, kata Walikota Sergey Sobyanin pada hari Kamis. ANTARA/Sefa Karacan - Anadolu Agency / pri.
Istanbul (ANTARA) - Serangan besar-besaran pesawat drone Ukraina pada malam hari ke Moskow dan wilayah sekitarnya menewaskan dua orang dan melukai enam lainnya, menurut otoritas Rusia pada Minggu.
Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin mengatakan ibu kota Rusia itu mengalami serangan drone terbesar, dengan mengklaim lebih dari 1.600 UAV Ukraina ditembak jatuh sejak Sabtu, termasuk 450 drone saat mendekati Moskow.
Dia mengatakan beberapa drone mencapai Kilang Minyak Moskow dan menyebabkan kerusakan pada fasilitas tersebut, sementara satu drone menghantam sebuah gedung hunian. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu jalannya pemilu. Lawan gagal mencapai tujuan tersebut,” tulis Sobyanin di Telegram.
Sementara itu, Gubernur Wilayah Moskow Andrey Vorobyov mengatakan melalui platform media sosial Rusia Max bahwa serangan tersebut merusak infrastruktur sipil dan memicu kebakaran di sejumlah wilayah.
Dampak paling serius tercatat di Distrik Ramensky, tempat sebuah drone yang jatuh memicu kebakaran di atap gedung apartemen 21 lantai dan menyebabkan 400 orang harus dievakuasi. Sebanyak 20 kendaraan juga dilaporkan rusak, katanya.
Sebuah drone juga menghantam gedung apartemen tiga lantai di Sofyino, menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya, katanya. Satu orang lainnya tewas di Distrik Orekhovo-Zuyevo, sementara satu orang terluka di Distrik Leninsky.
Serangan tersebut terjadi ketika warga Rusia memberikan suara pada hari terakhir pemilu parlemen yang berlangsung selama tiga hari, bersamaan dengan pemungutan suara di tingkat regional dan lokal.
Menurut Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia, lebih dari 111 juta orang berhak memberikan suara.
Para pemilih memilih seluruh 450 anggota Duma Negara, dengan 225 kursi diperebutkan melalui daftar partai dan 225 kursi melalui daerah pemilihan beranggota tunggal.
Ukraina belum memberikan tanggapan atas klaim terbaru Rusia tersebut, sementara verifikasi independen masih sulit dilakukan karena perang yang sedang berlangsung.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.