Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan konflik yang masih berlangsung dengan Iran tidak akan berdampak signifikan terhadap hasil pemilihan sela Amerika Serikat 2026.
Pemilihan sela anggota Kongres AS dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Menurut para analis, Partai Republik berisiko kehilangan kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat kepada Partai Demokrat.
Potensi hilangnya mayoritas di Kongres itu, menurut para pakar, berkaitan dengan menurunnya tingkat dukungan terhadap pemerintahan AS saat ini di tengah agresi militer melawan Iran dan kenaikan harga.
"Saya tidak tahu. Pada akhirnya, banyak hal itu bergantung pada apakah Iran akan sadar diri. Saya tidak berpikir perang di Iran, dengan sendirinya, akan menjadi penentu hasil pemilu," kata Rubio kepada NHK Jepang, Kamis (23/7).
Rubio mengatakan hal itu untuk menjawab pertanyaan apakah perang akan berakhir sebelum pemilu sela atau pemilu paruh waktu AS pada November nanti.
Pemerintah AS menyadari bahwa berbagai faktor, termasuk harga energi, akan berpengaruh terhadap pemilu sela yang akan datang, kata Rubio.
Namun, dia juga mengingatkan bahwa Amerika Serikat, sebagai produsen energi utama, tidak bergantung pada Timur Tengah untuk pasokan minyaknya.
"Pada akhirnya, hasil pemilu itu akan ditentukan oleh banyak sekali faktor. Untungnya, meskipun energi akan menjadi salah satu faktor dan harganya memang lebih mahal daripada yang kami harapkan, AS tak perlu menghadapi ketidakamanan energi. Kami mampu memenuhi kebutuhan kami sendiri dan juga kebutuhan pihak lain. Kami memiliki pasokan yang cukup untuk kebutuhan kami sendiri dan juga untuk diekspor," jelas Rubio.
AS dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang dimulai sejak 28 Februari lalu.
Namun, militer AS kembali melancarkan beberapa serangan terhadap Iran sejak 8 Juli. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan itu merupakan respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Militer Iran pun membalas dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan milik AS yang berada di Timur Tengah. Iran pun menuduh AS melanggar perjanjian gencatan senjata.
Presiden Donald Trump sebelumnya juga telah menyatakan keyakinannya bahwa situasi yang sedang berlangsung seputar Iran tidak akan berdampak pada pemilihan sela.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Rusia dan Kuwait bahas penyelesaian damai di Teluk Persia
Baca juga: Korea Utara kecam seruan denuklirisasi oleh AS, Jepang dan Korsel
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.